SuaraJabar.id - Seorang pelajar kelas tiga SMP berinisial AN (16) terkena sabetan celurit usai diserang sekelompok pelajar sekolah yang berbeda di daerah Kali Licin, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat pada Rabu (17/7/2019).
AN terkena sabetan celurit saat lewat bersama tiga temanya di Jalan Pramuka sekira Pukul 13.00 WIB.
"Saya sama teman lagi jalan. Tiba-tiba datang 13 siswa langsung menyerang," kata AN ketika ditemui di Rumah Sakit Bakti Yuda Depok pada Rabu (17/7/2019).
Karena kaget diserang 13 orang, AN terjatuh dan pada saat itu langsung datang pelajar yang kemudian langsung menyabetkan celurit ke arah samping perutnya.
"Langsung saya ditebas pakai celurit. Habis itu mereka kabur," tuturnya.
Meski begitu, kedua temannya selamat dan tidak mengalami luka karena mereka langsung lari saat diserang.
"Sudah pulang. Mereka tidak terluka," katanya.
AN mengaku tidak mengenal pelaku yang menyabetkan celurit ke badannya. Pun ia mengaku tidak tahu masalah yang terjadi hingga membuatnya terken sabetan celurit.
"Saya tidak kenal mereka dan saya juga tidak tahu apa masalahnya. Tiba-tiba kita langsung diserang, " pungkasnya.
Baca Juga: Janjian Tawuran Pelajar Lewat Instagram, Kindy Tewas Kena Bacok
Ibu AN, Siti Fatimah mengaju sangat terpukul atau kejadian tersebut. Ia berharap, polisi bisa menemukan pelaku pembacok anaknya.
"Saya sih tidak menuntut apa-apa. Tapi paling tidak, mereka bisa datang dan berkomunikasi dengan kami," tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Wowor membenarkan adanya aksi tawuran di wilayah Kali Licin. Namun, ketika hendak ditangkap pelaku tawuran sudah kabur meninggalkan lokasi tersebut.
"Iya tapi kita nggak bisa mengamankan anak-anak yang tawuran karena pada melarikan diri," tutupnya.
Berita Terkait
-
Pelajar yang Terlibat Keributan di Sukabumi Boleh Pulang Dengan Syarat Ini
-
Berniat Daftar SMK, Kelompok Pelajar Lulusan SMP di Sukabumi Malah Tawuran
-
Tawuran Maut di Lahan Kosong Sebelah Metro Galaxy Park Bekasi, 1 Tewas
-
Bacok Orang saat Tawuran, Remaja Ini Diringkus Polisi saat Melamar Kerja
-
Polisi Bantah Ada Tawuran Petasan saat Lebaran di Harmoni Jakarta Pusat
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung, Sukabumi dan Purwakarta Jumat 27 Februari 2026
-
Dedi Mulyadi Semprot Aturan Sampah: Izin PLTSa 6 Tahun Baru Kelar, Tapi Rakyat Mau Dipidana
-
GBLA Membara! Persib Bandung Pesta 5 Gol Tanpa Balas, Madura United Tak Berdaya
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Kontroversi Ibu Tiri Tersangka Kematian NS yang Masih Jadi Pegawai Kemenag di Sukabumi