- Tim SAR gabungan menemukan enam korban terseret arus Sungai Ciherang di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada hari kedua.
- Dua korban ditemukan meninggal dunia setelah penyisiran sejauh 3,1 kilometer, sementara empat orang lainnya berhasil diselamatkan petugas.
- Operasi pencarian resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan dibawa menuju RSUD Bedas Nambo untuk penanganan.
SuaraJabar.id - Sebuah kabar yang memilukan sekaligus melegakan datang dari Kabupaten Bandung. Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan seluruh korban yang terseret arus Sungai Ciherang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada hari kedua operasi pencarian.
Tragedi ini merenggut dua nyawa, sementara empat lainnya berhasil diselamatkan, menjadi peringatan keras akan bahaya aktivitas di sungai saat kondisi arus kuat.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, total korban dalam peristiwa tersebut enam orang, dengan rincian empat orang selamat dan dua lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR menyisir aliran sungai sejauh kurang lebih 3,1 kilometer dari lokasi kejadian hingga Jembatan Rancamulya, dengan membagi tim menjadi dua SRU,” ujarnya.
Dia menjelaskan operasi pencarian pada hari kedua diawali dengan koordinasi guna menyusun rencana serta pembagian tugas seluruh personel di lapangan agar proses pencarian berjalan efektif dan terkoordinasi.
Ia menjelaskan pada pukul 10.16 WIB tim menerima informasi terkait dengan penemuan salah satu korban yang berada sekitar 500 meter dari lokasi kejadian awal
Tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi tersebut untuk melakukan proses evakuasi.
“Korban berhasil dievakuasi pada pukul 10.26 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke RSUD Bedas Nambo,” katanya.
Setelah seluruh korban berhasil ditemukan, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing untuk melakukan evaluasi terhadap jalannya operasi pencarian dan pertolongan yang telah dilakukan selama dua hari tersebut.
Baca Juga: Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja maksimal hingga seluruh korban dapat ditemukan,” ujarnya.
Selanjutnya, operasi SAR di Sungai Ciherang diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. [Antara].
Berita Terkait
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Apes! Begal Bercelurit di Karawang Babak Belur Dihajar Massa Usai Gagal 'Stut' Motor Korban
-
Siap-siap! Mei 2026 Jadi Awal Kemarau Panjang di Sebagian Besar Jawa Barat
-
Siswa SMP yang Dibawa Lari Agya Ditemukan, Polisi Ungkap Peran Driver Ojol dalam Rekaman CCTV
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan