- Isu penjemputan Dadan Hindayana oleh Kejaksaan Agung pada 3 Juni 2026 di Bogor terbukti tidak benar dan hoaks.
- Rumah Dadan di Bogor terpantau sepi karena pemiliknya sedang menjalankan ibadah haji ke luar negeri saat ini.
- Warga sekitar memastikan tidak ada aktivitas aparat hukum atau kedatangan petugas Kejaksaan Agung di kediaman tersebut.
SuaraJabar.id - Media sosial diramaikan oleh beredarnya informasi yang menyebut mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dijemput oleh tim Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu, 3 Juni 2026.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan situasi yang jauh berbeda dari narasi yang beredar. Berdasarkan pantauan di kediaman Dadan di Jalan Raya Taman Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, terlihat sepi dan tidak ada aktivitas aparat hukum.
Ketidakhadiran Dadan di rumahnya dipastikan bukan karena adanya penindakan hukum secara mendadak. Hamzah (64), salah satu warga yang tinggal bersebelahan dengan rumah Dadan Hindayana, mengatakan bahwa rumah tersebut kosong karena pemiliknya sedang menjalankan ibadah haji.
"Rumahnya sudah berapa lama kosong, tepatnya semenjak berangkat haji. Belum kelihatan lagi sampai sekarang. Beliau berangkatnya memang dari rumah sini," kata Hamzah saat ditemui di lokasi, Rabu (3/6/2026).
Hamzah menambahkan bahwa sebelum keberangkatan tersebut, situasi di rumah berlantai dua itu berjalan normal tanpa ada acara seremonial atau pengajian besar yang mencolok.
Di mata warga sekitar, Dadan Hindayana dikenal sebagai sosok warga lama yang menetap di wilayah RT 04/RW 09 tersebut sejak puluhan tahun silam. Meski menjabat sebagai tokoh publik di Jakarta, Dadan tetap menjadikan rumah di Bogor tersebut sebagai tempat tinggal utamanya.
"Sudah lama Pak Dadan tinggal di sini. Selama saya belum bekerja pun beliau sudah ada di rumah ini. Orangnya baik, cuma memang jarang sosialisasi karena sibuk sekali. Tiap hari berangkat pagi sekali ke Jakarta dan pulangnya selalu malam,” jelas Hamzah.
Menanggapi informasi mengenai penjemputan Dadan oleh pihak berwenang, Hamzah menegaskan bahwa lingkungan pemukiman mereka tetap kondusif.
Ia memastikan tidak melihat adanya kedatangan tamu asing maupun petugas dari Kejaksaan Agung selama Dadan berada di luar negeri.
“Belum lihat (orang Kejaksaan datang). Pokoknya tidak ada tamu atau orang asing yang datang ke sini selama beliau berangkat haji,” tegasnya.
Berita Terkait
-
DPR Minta BGN Tanggung Biaya Pemulihan Korban MBG
-
Sebut Cuma 'Jualan Gimik' di Tengah Maraknya Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono Diminta Tobat
-
Polisi Punya Dapur Terbanyak, Pakar: Jangan Tutup Mata Soal Kasus Keracunan MBG!
-
Kejagung Sita Rp 5 Miliar dari Ferry Boboho, Disebut Bagian dari Rp 40 Miliar Tan Kian
-
Dugaan Aliran Rp40 Miliar ke Petinggi Kejagung Disorot, Pakar Hukum dan Pengamat Beda Suara
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu
-
Jokowi Dijadwalkan Hadiri Khitanan Anak KH Ujang Busthomi, Warga Cirebon Antusias Menanti
-
PFI, PWI dan IJTI Bogor Bersatu, Kirim Doa bagi 5 Jurnalis dan Crew Kapal di Selat Sunda