Suhardiman
Rabu, 03 Juni 2026 | 13:42 WIB
Rumah Mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana di Jalan Raya Taman Cimanggy, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat [SuaraBogor/HO/Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Isu penjemputan Dadan Hindayana oleh Kejaksaan Agung pada 3 Juni 2026 di Bogor terbukti tidak benar dan hoaks.
  • Rumah Dadan di Bogor terpantau sepi karena pemiliknya sedang menjalankan ibadah haji ke luar negeri saat ini.
  • Warga sekitar memastikan tidak ada aktivitas aparat hukum atau kedatangan petugas Kejaksaan Agung di kediaman tersebut.

SuaraJabar.id - Media sosial diramaikan oleh beredarnya informasi yang menyebut mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dijemput oleh tim Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu, 3 Juni 2026.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan situasi yang jauh berbeda dari narasi yang beredar. Berdasarkan pantauan di kediaman Dadan di Jalan Raya Taman Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, terlihat sepi dan tidak ada aktivitas aparat hukum.

Ketidakhadiran Dadan di rumahnya dipastikan bukan karena adanya penindakan hukum secara mendadak. Hamzah (64), salah satu warga yang tinggal bersebelahan dengan rumah Dadan Hindayana, mengatakan bahwa rumah tersebut kosong karena pemiliknya sedang menjalankan ibadah haji.

"Rumahnya sudah berapa lama kosong, tepatnya semenjak berangkat haji. Belum kelihatan lagi sampai sekarang. Beliau berangkatnya memang dari rumah sini," kata Hamzah saat ditemui di lokasi, Rabu (3/6/2026).

Hamzah menambahkan bahwa sebelum keberangkatan tersebut, situasi di rumah berlantai dua itu berjalan normal tanpa ada acara seremonial atau pengajian besar yang mencolok.

Di mata warga sekitar, Dadan Hindayana dikenal sebagai sosok warga lama yang menetap di wilayah RT 04/RW 09 tersebut sejak puluhan tahun silam. Meski menjabat sebagai tokoh publik di Jakarta, Dadan tetap menjadikan rumah di Bogor tersebut sebagai tempat tinggal utamanya.

"Sudah lama Pak Dadan tinggal di sini. Selama saya belum bekerja pun beliau sudah ada di rumah ini. Orangnya baik, cuma memang jarang sosialisasi karena sibuk sekali. Tiap hari berangkat pagi sekali ke Jakarta dan pulangnya selalu malam,” jelas Hamzah.

Menanggapi informasi mengenai penjemputan Dadan oleh pihak berwenang, Hamzah menegaskan bahwa lingkungan pemukiman mereka tetap kondusif.

Ia memastikan tidak melihat adanya kedatangan tamu asing maupun petugas dari Kejaksaan Agung selama Dadan berada di luar negeri.

“Belum lihat (orang Kejaksaan datang). Pokoknya tidak ada tamu atau orang asing yang datang ke sini selama beliau berangkat haji,” tegasnya.

Load More