Andi Ahmad S
Kamis, 16 April 2026 | 20:29 WIB
Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) diduga mengirimkan pesan bernada pelecehan kepada mahasiswi exchange. (Thread/ @enchantaenwicked )
Baca 10 detik
  • Seorang Guru Besar FKep Universitas Padjadjaran berinisial Prof. H diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi program pertukaran.
  • Dugaan pelecehan terungkap melalui bukti tangkapan layar pesan tidak pantas di media sosial pada 16 April 2026.
  • BEM Kema Unpad menuntut proses hukum, investigasi, dan pembatasan interaksi akademik guna melindungi korban dari potensi intimidasi.

SuaraJabar.id - Setelah serangkaian kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang beberapa institusi pendidikan tinggi di Indonesia, kini sorotan tajam kembali tertuju pada Universitas Padjadjaran (Unpad).

Media sosial diramaikan dengan kabar mengejutkan mengenai dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang Guru Besar dari Fakultas Keperawatan (FKep) Unpad.

Insiden ini memicu kegaduhan publik dan menuntut respons serius dari pihak universitas, menguji kembali komitmen terhadap etika akademik dan integritas kampus.

Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan pribadi di platform media sosial Threads dan X (sebelumnya Twitter) menjadi konsumsi publik.

Dalam tangkapan layar yang beredar luas, terduga pelaku yang disebut-sebut adalah inisial Prof. H, seorang Guru Besar dari FKep Unpad, diduga mengirimkan rentetan pesan yang sangat tidak pantas kepada seorang mahasiswi program pertukaran.

"Saya butuh fotomu saat berenang di pantai Phuket. Memakai bikini," demikian bunyi pesan tersebut, dilansir dari Metropolitan -jaringan Suara.com, Kamis (16/4/2026).

Meski korban sudah menolak secara halus, pelaku justru mendorong korban untuk meminum alkohol (brandy) guna menghilangkan stres akademik.

Pelaku kembali mengirimkan pesan bernada rindu dan menagih foto bikini tersebut pada kesempatan berbeda.

"Hi, aku rindu kamu, gimana kabarnya. Aku masih menunggu style bikinimu," tulisnya.

Baca Juga: Apes! Begal Bercelurit di Karawang Babak Belur Dihajar Massa Usai Gagal 'Stut' Motor Korban

Reaksi Keras BEM Kema Unpad dan Mahasiswa

Pada Rabu, 15 April 2026, BEM Keluarga Mahasiswa (Kema) Unpad bersama BEM Kema FKep Unpad menerbitkan pernyataan sikap tegas.

Mereka menolak segala bentuk pembiaran terhadap predator seksual, terlebih yang memiliki otoritas tinggi seperti Guru Besar.

BEM telah bergerak cepat melakukan sinkronisasi data dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unpad untuk memastikan laporan korban segera diproses secara hukum dan etik.

"Menanggapi laporan tersebut, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta empati dan solidaritas kepada korban yang terdampak. Kami menegaskan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, dan tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam lingkungan kampus," tulis pernyataan tersebut.

Mahasiswa menuntut agar pihak Dekanat FKep segera melakukan pembatasan interaksi akademik terhadap Prof. IY selama proses investigasi berlangsung guna mencegah adanya intimidasi terhadap korban atau saksi lainnya.

Load More