- Polres Metro Jakarta Timur menangkap pasangan suami istri pemilik WO Marwah di Cililin, Bandung Barat, pada 29 Mei 2026.
- Pelaku melakukan penipuan terhadap 58 calon pengantin yang mengakibatkan kerugian materiil dengan total nilai mencapai Rp2,6 miliar.
- Tersangka berinisial ER merupakan residivis kasus serupa yang ditangkap setelah melarikan diri akibat viralnya aksi penipuan mereka.
SuaraJabar.id - Kasus penipuan yang dilakukan oleh penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) bernama Marwah akhirnya memasuki babak baru.
Polres Metro Jakarta Timur mengungkap fakta mengejutkan bahwa salah satu tersangka berinisial ER (istri) merupakan seorang residivis dalam kasus serupa yang pernah terjadi di wilayah Jawa Barat.
Kasus ini menjadi sorotan tajam setelah puluhan calon pengantin melaporkan kegagalan acara pernikahan mereka meskipun telah menyetorkan uang hingga ratusan juta rupiah.
Pelarian pasangan suami istri pemilik WO Marwah, yakni RM (suami) dan ER, berakhir di tangan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur. Setelah sempat menghilang saat kasusnya viral di media sosial, keduanya teridentifikasi bersembunyi di wilayah Jawa Barat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKP Bayu Kurniawan, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan pada Jumat, 29 Mei 2026.
"Kedua tersangka kasus penipuan Wedding Organizer Marwah sudah kami lakukan penangkapan di sebuah kontrakan yang berada di Cililin, Kabupaten Bandung Barat," ujar AKP Bayu di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (1/6/2026).
Polisi menyebutkan bahwa tekanan dari pemberitaan media dan percakapan masif di media sosial membuat para pelaku panik dan mencoba melarikan diri untuk menghindari jeratan hukum.
Berdasarkan pendataan sementara, skala penipuan yang dilakukan WO Marwah tergolong sangat besar. Tercatat sedikitnya 58 klien telah resmi menjadi korban dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp2,6 miliar.
Para korban umumnya telah melunasi paket pernikahan yang dijanjikan, namun pada hari pelaksanaan, layanan yang dipesan tidak pernah terealisasi. Polisi menduga jumlah korban maupun nilai kerugian masih bisa bertambah seiring dibukanya posko pengaduan di Polres Metro Jakarta Timur. [Antara].
Baca Juga: Modus Deepfake Marak di Media Sosial, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Digital
Berita Terkait
-
Modus Deepfake Marak di Media Sosial, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Digital
-
Waspada Penipuan KUR, BRI Imbau Gunakan Kanal Resmi dan Lindungi Data Diri
-
Sindikat Mafia Dapur MBG di Ciamis! Setor Rp 135 Juta Demi "Klik" Titik Koordinat
-
Niat Bayar Pertamina Malah Kena "Rampok" Rp 128 Juta! SPBU Ciamis Hubungi Call Center Palsu
-
Hati-hati! Penipuan Berkedok Toko 'Centang Biru' Marak Jelang Lebaran, Saldo Rekening Jadi Incaran
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama
-
Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027