- Sindikat terstruktur di Ciamis Selatan menawarkan jalur cepat pembelian titik lokasi dapur Program Makan Bergizi Gratis dengan biaya hingga Rp135 juta.
- Korban bernama Hendra Juhara menyetor Rp135 juta kepada makelar berinisial YRM, namun titik dapurnya tidak muncul di sistem resmi BGN.
- Aliran dana diduga mengalir ke "Bendahara" berinisial AL, sementara otak pelaku berinisial OK dilaporkan menghilang membawa uang korban.
SuaraJabar.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicetuskan pemerintah sejatinya hadir sebagai angin surga bagi perbaikan gizi generasi penerus bangsa.
Namun nahas, di tangan sekumpulan oknum tak bertanggung jawab, program mulia berlapis miliaran rupiah ini justru disulap menjadi lahan basah aksi penipuan dan ladang pemerasan (scam).
Belakangan ini, jagat wilayah Ciamis Selatan (Kecamatan Banjaranyar dan Banjarsari) digegerkan oleh kemunculan sebuah sindikat terstruktur yang menawarkan "jalur VIP" dugaan praktik jual beli titik lokasi dapur umum MBG, atau yang secara birokrasi dikenal sebagai Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Salah satu korban yang akhirnya berani bersuara membongkar praktik kotor ini adalah Hendra Juhara, seorang warga Dusun Karangsari, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar.
Dikutip dari Harapanrakyat.com, Kamis (26/03/2026), Hendra mengisahkan awal mula dirinya bersama puluhan calon mitra lainnya masuk ke dalam perangkap manis sindikat tersebut.
Semuanya bermula dari tawaran menggiurkan yang dilontarkan oleh seorang terduga makelar berinisial YRM.
“Awalnya saudara YRM ini datang menawarkan proyek titik dapur MBG dengan iming-iming proses jalur cepat (fast track). Ia dengan sangat meyakinkan berani menjamin dan sanggup mengeluarkan ID (Identitas) resmi (dari Badan Gizi Nasional/BGN) untuk memegang proyek dapur SPPG di wilayah Banjaranyar,” buka Hendra mengisahkan tipu muslihat tersebut.
Namun, tiket VIP itu tentu tidak gratis. Hendra menjelaskan bahwa sindikat ini mematok tarif "Uang Muka" (DP) yang sangat mencekik.
Untuk setiap satu titik lokasi dapur yang dijanjikan, terduga pelaku meminta setoran tunai bervariasi, mulai dari Rp 100 juta hingga menembus angka Rp 135 juta.
Baca Juga: Niat Bayar Pertamina Malah Kena "Rampok" Rp 128 Juta! SPBU Ciamis Hubungi Call Center Palsu
Dalihnya sangat teknis. Uang pelicin tersebut diklaim wajib disetor agar titik koordinat dapur milik korban bisa ditembuskan dan muncul secara sah (live) di layar dashboard sistem BGN pusat.
Tergiur dengan kalkulasi keuntungan proyek jangka panjang, Hendra akhirnya masuk perangkap. Ia mengaku telah menguras tabungannya dan menyetorkan uang tunai full sebesar Rp 135 juta.
Uang ratusan juta rupiah tersebut mengalir secara bertahap sepanjang bulan Desember 2025 melalui seorang perantara (pengepul) berinisial AS.
“Saya bahkan sempat diberi tangkapan layar (screenshot) ID yang diklaim mereka sudah sukses terverifikasi melalui pesan WhatsApp. Saya percaya. Namun nahas, saat hari-H pengumuman resmi yang dijanjikan jatuh pada 28 Desember 2025, ternyata data titik dapur saya tidak pernah muncul sama sekali di sistem negara!” ratapnya penuh sesal.
Aliran Dana ke "Sang Bendahara" dan Hilangnya Tuan OK
Seiring berjalannya waktu, Hendra mulai menyadari bahwa YRM hanyalah pion kecil. Ia diduga kuat tidak bermain solo (sendirian).
Berita Terkait
-
Niat Bayar Pertamina Malah Kena "Rampok" Rp 128 Juta! SPBU Ciamis Hubungi Call Center Palsu
-
Tragedi Mata Mengantuk di Tanjakan Maut Cibeka: Pikap Pemudik Hantam Pembatas Jalan
-
Malam Horor di Pamarican: Pria Misterius Ngamuk Acungkan Golok, Evakuasi Berlangsung Dramatis
-
Buntut Bangkai Cicak di MBG Siswa: SPPG Citamiang Resmi Disegel Pusat
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Buntut Huru dan Hara Mati, Farhan Kasih Ultimatum 30 Hari "Rombak Total" Bandung Zoo
-
Niat Bakar Sampah Bikin Jantungan! Musala di Banjarsari Ciamis Nyaris Ludes Terbakar
-
Ngeri! Mobil Muatan Gas Melon Terbakar Hebat di Jalur Palabuhanratu, Warga Ketakutan
-
Mobil Tak Kuat Nanjak di Jalur Maut Gentong? Tenang, Pasukan "Ganjal Ban" Polres Tasik Siap Dorong
-
Hemat BBM Ala Prabowo: PNS Tasik Siap Ngantor Cuma 4 Hari Seminggu, Pelayanan Gimana?