- SPPG Citamiang di Kota Sukabumi dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional sebab sajikan makanan tidak layak.
- Insiden viral makanan berisi buah busuk dan bangkai cicak memicu sanksi tegas melalui surat bernomor 1025 tertanggal 19 Maret 2026.
- Penghentian operasional berlaku hingga SPPG menyerahkan bukti perbaikan total sistem kerja yang lolos verifikasi ketat.
SuaraJabar.id - Niat mulia mencetak generasi emas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercoreng parah di Kota Sukabumi. Sebuah insiden memuakkan yang sempat viral di media sosial akhirnya berbuntut panjang dan membuahkan sanksi tegas dari pusat.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citamiang, salah satu dapur utama penyedia makanan bagi para siswa di Kecamatan Citamiang, resmi dijatuhi "kartu merah".
Operasional dapur tersebut diberhentikan sementara setelah terbukti menyajikan menu makanan yang jauh dari kata layak bagi anak sekolah.
Ketegasan ini meluncur langsung dari meja Badan Gizi Nasional melalui surat resmi bernomor 1025/D.TWS/03/2026 yang diterbitkan pada Kamis, 19 Maret 2026.
Dalam dokumen tersebut, Badan Gizi Nasional secara eksplisit menyebutkan bahwa SPPG Citamiang dinilai gagal memenuhi standar higienitas.
Keputusan penyegelan sementara ini diambil darurat demi memutus risiko fatal terhadap kualitas produksi, anjloknya mutu gizi, dan bobroknya keamanan pangan yang membahayakan kesehatan para siswa.
Polemik memalukan ini meledak pertama kali dari jeritan protes para orang tua murid di SDN CBM Pakujajar. Jam makan siang yang seharusnya dihabiskan dengan lahap, berubah menjadi mimpi buruk.
Anak-anak mereka disuguhi buah-buahan yang sudah tak layak konsumsi. Puncaknya, yang paling memicu amarah dan rasa jijik publik adalah ditemukannya seekor bangkai cicak yang ikut tersaji di dalam wadah makanan program MBG tersebut.
Kepanikan dan kekecewaan orang tua yang diunggah ke dunia maya seketika viral, memantik gelombang hujatan dan sorotan tajam dari publik se-Nusantara.
Baca Juga: Awas "Jalur Neraka"! Ini Siasat Jitu Polisi Urai Kemacetan Horor di Pasar Cibadak Sukabumi
Menyadari kelalaian fatalnya, pihak pengelola SPPG Citamiang sebelumnya telah menundukkan kepala. Mereka merilis permohonan maaf secara terbuka, mengakui adanya "lubang besar" dalam Quality Control (pengawasan mutu) penyajian menu, baik dari sisi kualitas bahan mentah hingga kecerobohan proses distribusi.
Dikonfirmasi terkait jatuhnya sanksi dari pusat, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, tak bisa berkelit. Ia membenarkan penutupan paksa operasional dapur tersebut.
“Betul (resmi diberhentikan operasionalnya untuk sementara waktu),” tegas Andri dikutip dari sukabumiupdate.com, Kamis (19/3/2026).
Andri memandang teguran keras dari Jakarta ini bukan sekadar hukuman, melainkan tamparan evaluasi yang harus membangunkan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) di Sukabumi.
“Kejadian ini murni harus menjadi bahan pembelajaran keras bagi semua SPPG, Mitra pengelola, dan Yayasan yang terlibat. Tolong, tetap jaga amanah ini demi suksesnya program MBG,” tekannya.
Dalam pesannya, Andri membunyikan alarm peringatan kepada seluruh jajaran pelaksana dari tingkat atas hingga bawah. Ia mengingatkan bahwa program ini menelan anggaran negara yang fantastis demi satu tujuan suci.
Berita Terkait
-
Awas "Jalur Neraka"! Ini Siasat Jitu Polisi Urai Kemacetan Horor di Pasar Cibadak Sukabumi
-
Hindari Macet Jalan Utama! Polisi Siapkan Jalur Alternatif Jonggol dan Sukabumi Untuk Pemudik
-
Beda Hari, Kekecewaan Muhammadiyah Sukabumi Usai Izin Salat Id di Lapang Merdeka Tak Dikabulkan
-
Awas Modus Grup WA! Polisi Ciduk Belasan Travel Gelap Antar Pemudik ke Pelosok Sukabumi
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
-
Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026
-
Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Rp11,3 Triliun Digelontorkan, BNPP Fokus Benahi Empat Masalah Besar Kawasan Perbatasan RI