- Sindikat terstruktur di Ciamis Selatan menawarkan jalur cepat pembelian titik lokasi dapur Program Makan Bergizi Gratis dengan biaya hingga Rp135 juta.
- Korban bernama Hendra Juhara menyetor Rp135 juta kepada makelar berinisial YRM, namun titik dapurnya tidak muncul di sistem resmi BGN.
- Aliran dana diduga mengalir ke "Bendahara" berinisial AL, sementara otak pelaku berinisial OK dilaporkan menghilang membawa uang korban.
Jejak aliran dana haram tersebut ditengarai bermuara ke rekening seseorang berinisial AL, yang di dalam struktur sindikat ini memegang peran strategis sebagai "Bendahara".
Sementara itu, kunci akses manipulasi dashboard diduga kuat dipegang oleh mastermind (otak pelaku) berinisial OK, yang kini dikabarkan telah menghilang bak ditelan bumi membawa kabur uang para korban.
Persoalan ini kian pelik dan berbau amis saat muncul pihak ketiga yang mengklaim mencoba menengahi (mediasi) kasus kerugian ini.
Hendra mencium adanya praktik ketidakterbukaan dan "tebang pilih" dalam proses penyelesaian masalah di antara sesama korban.
Hendra membongkar sebuah pertemuan tertutup yang digelar di Kota Banjar pada 18 Februari 2026 lalu. Dalam pertemuan janggal itu, salah satu korban lain (berinisial JK) tiba-tiba diberi tawaran eksklusif oleh oknum mediasi berinisial EK.
Pilihannya, apakah ingin uang ratusan jutanya dikembalikan penuh, atau tetap memilih mendapatkan titik koordinat dapur dengan cara di-‘klik’ paksa di sistem dashboard saat itu juga oleh oknum EK.
“Di titik itulah rasionalitas saya berontak. Ini sangat janggal! Kalau memang mekanismenya semudah bisa ‘tinggal klik’ oleh oknum tertentu atau uang bisa dikembalikan lewat jalur belakang, berarti jelas ada indikasi kuat praktik transaksional (suap-menyuap) sistemik yang menabrak seluruh prosedur resmi dan integritas Badan Gizi Nasional!” tegas Hendra membongkar kebusukan tersebut.
Kekesalan Hendra kian memuncak saat mengetahui adanya penyitaan aset sepihak berupa satu unit mobil Suzuki Swift milik terduga pelaku.
Mobil itu disita oleh oknum tertentu sebagai jaminan ganti rugi, namun prosesnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak transparan bagi puluhan korban lainnya yang masih gigit jari.
Baca Juga: Niat Bayar Pertamina Malah Kena "Rampok" Rp 128 Juta! SPBU Ciamis Hubungi Call Center Palsu
Merasa diperas habis-habisan dan dirugikan ratusan juta rupiah, Hendra kini telah mengumpulkan bukti dan bertekad bulat merobohkan sindikat ini. Ia berencana melaporkan seluruh skandal penipuan berencana ini ke meja penyidik kepolisian resor setempat.
Tak hanya itu, ia juga melayangkan tuntutan keras kepada BGN di Jakarta untuk turun gunung membersihkan benalu di lembaganya.
Ia menekankan bahwa berdasarkan regulasi resmi, segala bentuk praktik jual beli atau uang pelicin demi mendapatkan "titik" dapur MBG adalah tindak pidana korupsi yang diharamkan.
“Kami hanya menginginkan keadilan tegak! Proses penentuan mitra dapur MBG ini harus 100% transparan dan akuntabel di mata publik. Jangan sampai ada sedikit pun celah bagi praktik pilih kasih, apalagi kepentingan mafia pribadi yang merampok uang rakyat dan menghancurkan program mulia ini,” pungkasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan ke meja redaksi, pihak-pihak terkait (YRM, AS, AL, OK, dan EK) yang disebut-sebut dalam lingkaran setan skandal jual beli titik dapur MBG di wilayah Ciamis Selatan tersebut masih bungkam seribu bahasa dan belum memberikan keterangan resmi apa pun.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Tertipu Jual Beli Titik Dapur MBG, Warga Ciamis Rugi Ratusan Juta"
Berita Terkait
-
Niat Bayar Pertamina Malah Kena "Rampok" Rp 128 Juta! SPBU Ciamis Hubungi Call Center Palsu
-
Tragedi Mata Mengantuk di Tanjakan Maut Cibeka: Pikap Pemudik Hantam Pembatas Jalan
-
Malam Horor di Pamarican: Pria Misterius Ngamuk Acungkan Golok, Evakuasi Berlangsung Dramatis
-
Buntut Bangkai Cicak di MBG Siswa: SPPG Citamiang Resmi Disegel Pusat
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Dedi Mulyadi: Buron Taufik Hidayat Datangi Gedung Pakuan Jam 4 Pagi Pakai Helm dan Masker
-
Jawab Misterius Soal Mariano Peralta, Bos Persib: Rahasia, Saya No Comment
-
BRI Apresiasi Kebijakan Dana SAL, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Sektor Riil
-
Persib Bandung Rekrut Gabriel Mutombo, Eks Bek Lyon Pengganti Federico Barba
-
Truk Ekspedisi Hantam Deretan Motor di Persimpangan Unisma Bekasi