- Nelayan asal Pangandaran bernama Suprianto tewas setelah perahunya dihantam gelombang tinggi pada Senin, 10 Agustus 2026.
- Tim SAR gabungan menemukan jasad korban mengambang di perairan Pantai Barat Pangandaran pada Kamis, 13 Agustus 2026.
- Jenazah korban berhasil dievakuasi ke RSUD Pandega Pangandaran sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
SuaraJabar.id - Nelayan asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Suprianto (40), ditemukan meninggal dunia setelah perahunya dihantam gelombang.
Dia ditemukan di tengah laut setelah sim SAR Gabungan melakukan pencarian selama empat hari.
Jasad Suprianto ditemukan Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 14.10 WIB di perairan Pantai Barat Pangandaran. Tubuh korban terlihat mengambang dalam posisi terlentang, sekitar dua kilometer dari lokasi awal kecelakaan.
Penemuan tersebut menjadi akhir dari operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan bersama sejumlah nelayan setempat sejak korban dinyatakan hilang.
Korpos SAR Pangandaran Edwin Purnama mengatakan, korban ditemukan sekitar dua kilometer dari titik kejadian kecelakaan ke arah tengah laut.
“Korban ditemukan sekitar dua kilometer dari TKP ke arah tengah laut,” kata Edwin melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Jumat (14/8/2026).
Setelah ditemukan, petugas langsung mengevakuasi jasad korban dari perairan menuju daratan. Kondisi tubuh korban masih utuh, meski telah beberapa hari berada di laut.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran untuk menjalani proses pemulasaraan. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Suprianto diketahui merupakan warga Dusun Bojongsari RT 01/RW 01, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.
Baca Juga: Ngaku Petugas PLN, Malah Bikin Dompet Gelap! Penjual Pakaian di Pangandaran Tertipu
Perahu Dihantam Gelombang Tinggi
Musibah yang merenggut nyawa Suprianto terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, perahu nelayan yang membawa tujuh orang dihantam gelombang tinggi di sekitar Pos 3 Pantai Barat Pangandaran.
Hantaman gelombang membuat seluruh penumpang tercebur ke laut. Enam nelayan berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju daratan. Namun, Suprianto tidak kunjung ditemukan dan kemudian dinyatakan hilang.
Sejak saat itu, tim SAR gabungan bersama nelayan setempat melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan Pangandaran. Pencarian berlangsung selama empat hari dengan menghadapi kondisi laut yang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Harapan untuk menemukan Suprianto dalam kondisi selamat akhirnya pupus pada Kamis siang. Tim SAR justru menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar dua kilometer dari titik kecelakaan.
Dengan ditemukannya Suprianto, operasi pencarian terhadap nelayan yang hilang tersebut resmi dihentikan. Empat hari pencarian berakhir dengan kepulangan korban kepada keluarga, sekaligus menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para nelayan saat beraktivitas di tengah kondisi gelombang tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung
-
Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau
-
Cari Money Changer Terdekat? BRI Hadir di Bandara, Pelabuhan hingga Pusat Kota
-
Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi
-
Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat