- BMKG melaporkan gempa magnitudo 5,2 mengguncang laut Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu malam akibat aktivitas sesar aktif.
- Gempa dangkal berkedalaman 14 kilometer tersebut dirasakan di berbagai wilayah tanpa berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
- Direktur Gempabumi BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta memantau informasi resmi terkait gempa susulan.
SuaraJabar.id - BMKG menyatakan gempa bumi bermagnitudo 5,2 yang mengguncang wilayah laut Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (5/8/2026) malam dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa terjadi pada pukul 21.55.41 WIB dengan episenter berada di laut, sekitar 87 kilometer barat daya Pangandaran.
Lokasi gempa berada pada koordinat 8,17 Lintang Selatan dan 107,86 Bujur Timur dengan kedalaman 14 kilometer.
"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," kata Wijayanto melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Kamis (6/8/2026).
Hasil analisis BMKG menunjukkan mekanisme sumber gempa berupa pergerakan geser naik (oblique-thrust fault). Meski guncangannya dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.
"Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, antara lain Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar yang melintas.
Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Soreang, Pangalengan, dan Ciwidey, gempa dirasakan pada skala II hingga III MMI.
Adapun di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Palabuhanratu, getaran tercatat pada skala II MMI atau dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Baca Juga: Jangan Diam: Instruksi Berani Disdikpora Pangandaran Agar Sekolah Viralkan Menu MBG Tak Layak
BMKG mencatat hingga pukul 22.30 WIB telah terjadi satu kali gempa susulan dengan magnitudo 2,2. Pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan masih terus dilakukan.
"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ujar Wijayanto.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata Wijayanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir
-
Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak
-
Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri
-
Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan
-
Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan