- BPBD Kabupaten Pangandaran meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan selama musim kemarau pada Juli 2026.
- Dua insiden kebakaran kebun dan hutan telah dilaporkan terjadi di wilayah Desa Sindangwangi dan Desa Bojongsari.
- BPBD mengimbau masyarakat agar menghindari pembakaran sampah terbuka dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
SuaraJabar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat selama musim kemarau.
Kondisi cuaca kering membuat dedaunan dan ranting mudah terbakar sehingga api berisiko cepat meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan pihaknya telah menerima dua laporan kebakaran di kawasan kebun dan hutan dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Peristiwa pertama terjadi di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang. Kebakaran berikutnya dilaporkan terjadi pada malam hari di wilayah Desa Bojongsari yang berbatasan langsung dengan Desa Sindangwangi.
"Iya memang ada laporan dan itu ditangani langsung masyarakat, langsung padam," kata Dodo melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Kamis (30/7/2026).
Menurut Dodo, penyebab pasti kedua kebakaran tersebut masih belum diketahui. Namun, BPBD menduga api dipicu oleh aktivitas pembakaran terbuka yang tidak terkendali hingga merambat ke area di sekitarnya.
Ia menjelaskan, minimnya curah hujan selama musim kemarau menyebabkan vegetasi kering, seperti dedaunan dan ranting, menjadi sangat mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat kobaran api dapat menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membersihkan lahan, semak belukar, maupun sampah dengan cara dibakar.
"Saya imbau ke masyarakat agar jangan pernah membersihkan sampah, semak belukar atau lahan dengan cara dibakar," ujarnya.
Baca Juga: Menuju Wisata Pangandaran Kelas Dunia: Saat Hello dan Welcome Menjadi Kunci Masa Depan
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Bara api yang masih menyala pada puntung rokok berpotensi memicu kebakaran ketika mengenai rerumputan atau dedaunan yang telah mengering akibat cuaca panas.
Dodo meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api, terutama yang berada di dekat kawasan permukiman, agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan kebakaran tidak meluas.
"Segera laporkan kepada kami jika ada titik api di suatu tempat, apalagi di permukiman padat penduduk," katanya.
BPBD berharap peran aktif masyarakat dalam mencegah munculnya titik api dapat meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, sekaligus menghindari dampak yang lebih luas terhadap lingkungan maupun keselamatan warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026
-
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta
-
Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama