- Pangandaran sedang merevolusi sektor informasi pariwisata agar siap menjadi destinasi kelas dunia.
- DPRD Pangandaran mendorong penyajian informasi wisata akurat menggunakan bahasa internasional seperti Inggris.
- Optimalisasi Tourist Information Center dan kolaborasi antarlembaga penting untuk panduan wisatawan mancanegara.
SuaraJabar.id - Bayangkan seorang pelancong asal Eropa baru saja menginjakkan kaki di pasir putih Pantai Pangandaran. Di kantongnya ada gawai, di benaknya ada ribuan pertanyaan. Di mana parkir yang aman? Apa aturan adat di sini? Ke mana arah menuju Batu Karas?
Bagi Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah tiket emas menuju panggung wisata kelas dunia.
Tak lagi cukup hanya mengandalkan keindahan alam yang eksotis, Pangandaran kini tengah bersiap melakukan revolusi di sektor yang paling fundamental yakni informasi.
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menegaskan bahwa transformasi menjadi destinasi internasional menuntut profesionalisme yang melampaui batas bahasa.
Ia mendorong agar seluruh informasi wisata disajikan secara akurat, mudah diakses, dan wajib menggunakan bahasa internasional, terutama bahasa Inggris.
“Informasi ini adalah hal yang sangat utama. Begitu masuk Pangandaran, pengunjung idealnya sudah memegang seluruh panduan, mulai dari layout destinasi, aturan dos and don’ts, hingga informasi parkir dan tiket,” ujar Asep dengan nada optimistis, Selasa (31/03/2026).
Salah satu terobosan yang diusulkan adalah penggunaan rekaman suara profesional berbahasa Inggris di titik-titik strategis.
Asep ingin Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Pangandaran mengambil peran lebih dominan sebagai "suara" yang memandu para wisatawan mancanegara.
Langkah ini bukan sekadar gaya-gayaan. Di destinasi unggulan seperti Pantai Karapyak atau Batu Karas, panduan yang jelas mengenai kondisi lalu lintas, penanganan sampah, hingga imbauan keselamatan dari Balawista adalah standar minimal wisata global.
Baca Juga: Gema Perang Amerika-Iran Sampai ke Cibuntu: Harga Tahu Resmi Naik, Perajin Ancam Mogok Massal
“Kita ingin informasi ini menjadi guidance atau panduan bagi wisatawan. Dengan pola komunikasi yang profesional dan multibahasa, citra Pangandaran sebagai destinasi mendunia akan semakin kuat,” tambahnya.
Asep juga menyoroti peran Dinas Pariwisata sebagai leading sector. Ia meminta agar Tourist Information Center (TIC) jangan hanya menjadi bangunan mati, melainkan harus dioptimalkan kembali menjadi pusat syaraf informasi yang lengkap dan terpercaya.
Baginya, kunci kenyamanan wisatawan terletak pada kolaborasi. TIC harus bersinergi dengan seluruh lembaga di lapangan, mulai dari HPI, Balawista, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Kita punya SDM yang mumpuni. Jika TIC dioptimalkan dan seluruh lembaga dilibatkan, maka arus informasi akan menjadi lebih komplit. Informasi yang jelas adalah kunci utama mengapa turis mau kembali lagi ke sini,” tegas Asep.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Kejar Wisata Kelas Dunia, DPRD Pangandaran Dorong Informasi Multibahasa"
Berita Terkait
-
Gema Perang Amerika-Iran Sampai ke Cibuntu: Harga Tahu Resmi Naik, Perajin Ancam Mogok Massal
-
Antara Hidup dan Mati di Kedalaman 10 Meter: Cerita Penyelamatan Nana dari Dasar Sumur Tua
-
Sisi Lain Libur Lebaran: Saat Pantai Pangandaran Dikepung 110 Ton Sampah
-
Menghitung Mundur 2027: Ikhtiar Kota Banjar Menyelamatkan Nasib PPPK di Balik Jerat APBD
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna
-
Dua Motor Dibakar hingga Naik ke Atap Rumah Warga: Aksi Pria ODGJ di Sukabumi Bikin Geger