Wakos Reza Gautama
Selasa, 31 Maret 2026 | 12:28 WIB
Ilustrasi Volume sampah di objek wisata Kabupaten Pangandaran mengalami peningkatan selama liburan lebaran tahun ini. [ist]
Baca 10 detik
  • Volume sampah harian di Pantai Pangandaran naik dari 80 ton menjadi 110 ton selama libur Lebaran 22-29 Maret 2026.
  • Dinas Lingkungan Hidup meningkatkan pengangkutan sampah menjadi dua kali sehari untuk meminimalkan penumpukan limbah.
  • Jenis sampah paling dominan yang ditinggalkan wisatawan adalah bekas kelapa muda dan kemasan plastik minuman.

SuaraJabar.id - Di balik gemuruh ombak dan tawa ribuan wisatawan yang memadati bibir pantai Pangandaran selama libur Lebaran, ada sebuah "perang" yang berkecamuk di balik layar.

Bukan perang fisik, melainkan perjuangan melawan gunungan sampah yang jumlahnya melonjak drastis seiring kedatangan para pelancong.

Sepanjang periode 22 hingga 29 Maret 2026, wajah cantik objek wisata andalan Jawa Barat ini harus menerima "hadiah" yang tak sedikit.

Jika pada hari biasa volume sampah rata-rata berada di angka 80 ton per hari, selama pekan liburan ini angkanya melesat hingga 110 ton per hari.

Lonjakan paling signifikan justru datang dari area wisata. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pangandaran, Irwansyah, mencatat kenaikan mencapai 35 persen khusus dari sektor pariwisata.

“Biasanya volume sampah dari objek wisata hanya 10 ton per hari, namun saat libur kemarin menjadi 35 ton per hari,” ungkap Irwansyah kepada awak media, Senin (30/3/2026).

Agar wisatawan tak terganggu oleh tumpukan limbah yang membusuk, DLHK Pangandaran menerapkan strategi "serangan kilat". Pengangkutan sampah yang biasanya dilakukan satu kali, kini digandakan menjadi dua kali sehari pada pagi dan sore.

Strategi ini terbukti ampuh. Meski volume sampah yang masuk ke TPA Purbahayu mengalami kenaikan hingga 250 persen, pemandangan tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan berhasil diminimalisir.

“Alhamdulillah, selama libur lebaran tidak ada tumpukan sampah yang terlalu lama di kawasan wisata. Kami melakukan treatment ekstra agar kawasan tetap estetik,” tambah Irwansyah.

Baca Juga: Menghitung Mundur 2027: Ikhtiar Kota Banjar Menyelamatkan Nasib PPPK di Balik Jerat APBD

Lantas, apa yang paling banyak ditinggalkan wisatawan di Pangandaran? Jawabannya ada di meja-meja warung pinggir pantai. Hendro, salah seorang pelaku usaha wisata, menyebutkan bahwa sisa konsumsi wisatawan didominasi oleh dua jenis limbah utama.

“Kebanyakan sampah bekas kelapa muda dan plastik minuman. Karena itu memang yang paling banyak dibeli pengunjung saat cuaca panas di pantai,” tuturnya.

Meski sempat ada kekhawatiran karena armada angkutan sampah mengalami kendala teknis, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, memastikan mesin-mesin kebersihan tersebut kini sudah kembali "sehat". Perbaikan armada dilakukan tepat waktu untuk menyambut gelombang sampah kiriman ini.

“Armada sampah sudah kita perbaiki. Kita tidak ingin masalah teknis menghambat pelayanan kebersihan di tengah keramaian pengunjung,” tegas Bupati Citra.

Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Volume Sampah Selama Lebaran di Pangandaran Melonjak Drastis, Naik hingga 35 Persen"

Load More