Wakos Reza Gautama
Senin, 30 Maret 2026 | 15:39 WIB
Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi cerita sukses penerapan WFA di Jabar. [ANTARA/Ricky Prayoga]
Baca 10 detik
  • Gubernur Dedi Mulyadi memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) resmi sejak Januari 2026 di Jawa Barat.
  • Kebijakan WFA dalam tiga bulan berhasil mengurangi belanja rutin pemerintah, terutama penghematan BBM sekitar 50 persen.
  • Produktivitas ASN kini diukur dari output nyata pembangunan, bukan sekadar kehadiran fisik di kantor.

SuaraJabar.id - Gedung Sate kini tak lagi sesibuk biasanya, namun mesin pembangunan di Jawa Barat justru menderu lebih kencang. Di balik sunyinya meja-meja kantor, sebuah revolusi birokrasi sedang berlangsung.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), membawa kabar mengejutkan. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) alias bekerja dari mana saja ternyata menjadi "mesin pangkas" anggaran yang luar biasa efektif.

Hanya dalam waktu tiga bulan sejak diberlakukan secara resmi pada Januari 2026, kebijakan ini berhasil memukul mundur pos belanja rutin pemerintah. Tak tanggung-tanggung, penghematan pada sektor bahan bakar minyak (BBM) mencapai angka yang fantastis.

“Dengan penerapan WFA, konsumsi BBM kita berkurang drastis. Dampaknya, belanja rutin pemerintah menurun hampir separuhnya atau sekitar 50 persen,” ungkap Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).

Bagi sebagian orang, bekerja dari rumah atau lokasi mana pun sering kali diidentikkan dengan penurunan produktivitas.

Namun, Dedi menepis anggapan kuno tersebut dengan fakta di lapangan. Baginya, indikator keberhasilan seorang ASN bukan lagi dilihat dari absensi fisik di meja kantor, melainkan dari "output" nyata yang dirasakan masyarakat.

“Ukurannya sederhana saja. Lihat produk pembangunannya berhasil atau tidak. Sejauh ini, administrasi berjalan dengan baik, bahkan realisasi belanja anggaran kita malah melampaui target (over),” jelas KDM dengan nada optimis.

Transformasi pola kerja ini bukanlah langkah nekat yang diambil tanpa perhitungan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah melakukan "uji nyali" melalui masa simulasi selama dua bulan penuh pada November dan Desember 2025.

Hasil uji coba tersebut meyakinkan KDM bahwa ASN Jabar sudah siap menghadapi era digitalisasi birokrasi.

Baca Juga: Viral! Nyali Baja Pemilik Vila Hadapi Preman Mabuk yang Mengamuk di Galunggung Tasikmalaya

Di tengah ketidakpastian harga energi dunia, kebijakan WFA muncul sebagai solusi cerdas. Jawa Barat tidak hanya sekadar mengikuti tren gaya hidup modern, tetapi sedang melakukan langkah preventif dalam menghadapi krisis energi global.

Dengan mobilitas kendaraan dinas yang berkurang drastis, pemerintah daerah berhasil menunjukkan bahwa efisiensi bisa berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan yang tetap terjaga.

“Kita ditantang untuk lebih hemat tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada rakyat. WFA adalah jawabannya,” pungkas Dedi.

Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Gubernur Dedi Mulyadi Klaim Sistem WFA Pemprov Jawa Barat Bisa Menghemat BBM hingga 50 Persen"

Load More