- Sebuah video viral menunjukkan pria mengklaim diri sebagai penguasa Citiis, Tasikmalaya, melakukan intimidasi fisik di kawasan wisata.
- Pelaku bertindak emosional karena berada di bawah pengaruh minuman keras; insiden ini ditangani Polsek Leuwisari.
- Peristiwa berakhir dengan mediasi kekeluargaan oleh polisi, namun Polres Tasikmalaya mendalami potensi praktik pungutan liar di area tersebut.
SuaraJabar.id - Jagat maya mendadak riuh oleh sebuah rekaman video berdurasi 4 menit 47 detik. Di bawah bayang-bayang Gunung Galunggung, tepatnya di kawasan wisata Citiis, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, sebuah aksi premanisme mempertontonkan wajah arogan yang memicu kegeraman publik.
Seorang pria berjaket hitam, dengan mata nanar dan nada bicara tinggi, tampak hilang kendali. Di hadapan pemilik vila dan warga, ia melontarkan klaim sepihak yang mencengangkan.
“Aing teh penguasa Citiis! (Saya ini penguasa Citiis!),” teriaknya lantang, sebagaimana terekam dalam video yang kini viral di berbagai platform media sosial.
Tak hanya mengandalkan "air kata-kata", pria tersebut mulai melakukan intimidasi fisik. Ia terekam memukul tangan seorang warga yang duduk tenang di hadapannya, bahkan mencoba mendorong dada warga lainnya. Ketegangan memuncak, namun di luar dugaan, gertakan sang "penguasa" justru menemui tembok tebal.
Seorang wanita, yang diduga sebagai pemilik vila, berdiri tegak dengan nyali baja. Tanpa gentar, ia membalas gertakan pelaku dengan kalimat yang kini banyak dikutip netizen karena keberaniannya.
“Urang mah teu sieun ku jelema, sarua dahar sangu keneh (Saya tidak takut sama manusia, sama-sama masih makan nasi),” cetusnya tegas, mematahkan dominasi sang pelaku di lokasi kejadian.
Gema video viral tersebut langsung disambar oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Leuwisari. Menariknya, polisi ternyata sudah bergerak bahkan sebelum video tersebut meledak di media sosial.
Kapolsek Leuwisari, IPTU Pramono Adi, mengungkapkan bahwa sosok "penguasa" yang tampak begitu perkasa di video tersebut ternyata sedang berada di bawah pengaruh minuman keras saat beraksi. Mabuk dan hilang kesadaran membuatnya nekat melakukan intimidasi.
“Benar terjadi kejadian yang akhirnya viral itu. Pemicunya adalah kesalahpahaman. Pelaku bertindak emosional karena berada di bawah pengaruh minuman keras,” ungkap IPTU Pramono, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: PPPK Ciamis Terancam Dirumahkan Gegara Aturan Baru? Bupati Herdiat Pasang Badan
Meski sempat memanas dan diwarnai aksi fisik, drama di kaki Galunggung ini berakhir di meja mediasi. Setelah dipertemukan oleh pihak kepolisian, pihak korban dan pelaku sepakat untuk menempuh jalan kekeluargaan.
“Peristiwa tersebut sudah kami tangani. Antara korban dan pelaku sudah dilakukan mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan atas permintaan kedua belah pihak,” jelas Pramono.
Namun, bukan berarti pelaku bisa melenggang begitu saja. Polisi memberikan pembinaan tegas agar "darah panas" sang pelaku tidak kembali kambuh di kemudian hari.
Lebih jauh, Polres Tasikmalaya kini tengah mendalami apakah ada praktik pungutan liar (pungli) yang sering membayangi kawasan wisata tersebut.
IPTU Pramono menegaskan, tidak ada ruang bagi siapapun yang merasa menjadi "raja kecil" di wilayah hukumnya, terutama di titik-titik wisata yang seharusnya menjadi ruang aman bagi publik.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Mabuk dan Mengaku Penguasa Citiis Galunggung Tasikmalaya, Pria yang Viral Ngamuk Berakhir di Kantor Polisi"
Berita Terkait
-
PPPK Ciamis Terancam Dirumahkan Gegara Aturan Baru? Bupati Herdiat Pasang Badan
-
Hanya Sebulan Menghirup Udara Bebas, Jawara Garut Dadang Buaya Kembali Masuk Jeruji Besi
-
'Bom Waktu' di SMPN 3 Banjarsari Ciamis Meledak: 15 Tahun Tanpa Renovasi, Atap Kelas Ambruk
-
Lautan Manusia di Pangandaran: 250 Wisatawan Terpisah dari Keluarga hingga Teror Kehilangan Barang
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna
-
Dua Motor Dibakar hingga Naik ke Atap Rumah Warga: Aksi Pria ODGJ di Sukabumi Bikin Geger
-
Empat dalam Pencarian, Nelayan di Pangandaran Ditemukan Tak Bernyawa 2 Kilometer dari Lokasi Awal