Wakos Reza Gautama
Senin, 30 Maret 2026 | 11:22 WIB
atap SMPN 3 Banjarsari ambruk. [harapanrakyat.com]
Baca 10 detik
  • Atap ruang kelas SMPN 3 Banjarsari di Ciamis ambruk pada Minggu, 29 Maret 2026, akibat konstruksi uzur.
  • Kejadian pukul 11.00 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa karena ruang kelas sudah dikosongkan sebelumnya.
  • Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 41.500.000 dan pihak sekolah telah melaporkannya ke dinas terkait.

SuaraJabar.id - Hari Minggu yang tenang di pengujung libur Lebaran berubah menjadi momen kelabu bagi keluarga besar SMPN 3 Banjarsari.

Di saat para siswa masih menikmati sisa masa liburan, sebuah "bom waktu" berupa konstruksi bangunan yang telah uzur akhirnya meledak.

Atap ruang kelas di sekolah yang terletak di Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, itu ambruk tak bersisa, Minggu (29/03/2026).

Dentuman material kayu dan genting yang jatuh ke lantai menandai berakhirnya ketahanan bangunan tersebut setelah 15 tahun berdiri tanpa sentuhan renovasi.

Kayu penyangga yang sudah keropos dimakan usia tak lagi sanggup memikul beban, apalagi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut.

Humas SMPN 3 Banjarsari, Idad Ahmad Musadad, mengonfirmasi bahwa musibah itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Beruntung, ada firasat baik yang sebelumnya menyelimuti pihak sekolah.

“Alhamdulillah, kondisi ruangan sedang kosong. Selain karena memang hari Minggu dan masih suasana libur Lebaran, kami sebenarnya sudah lama mengosongkan ruangan ini,” tutur Idad saat memberikan keterangan, Senin (30/03/2026).

Keputusan pihak sekolah untuk "mengandangkan" kelas tersebut ternyata menjadi langkah penyelamat. Sejak jauh hari, tanda-tanda kerusakan seperti atap yang mulai melengkung dan kayu yang merapuh sudah terdeteksi.

Meja dan kursi siswa pun telah dipindahkan lebih awal, mencegah jatuhnya korban jiwa jika seandainya ambruknya atap terjadi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.

Baca Juga: Lautan Manusia di Pangandaran: 250 Wisatawan Terpisah dari Keluarga hingga Teror Kehilangan Barang

Meski tidak ada nyawa yang terancam, kerugian materiil tetap tak terelakkan. Puing-puing kayu dan genting yang kini berserakan di lantai kelas menyisakan luka finansial bagi sekolah.

“Kerusakan murni pada konstruksi bangunan. Kami menaksir kerugian mencapai sekitar Rp 41.500.000,” ungkap Idad dengan nada prihatin.

Ambruknya atap SMPN 3 Banjarsari ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya perawatan infrastruktur pendidikan.

Kini, pihak sekolah hanya bisa berharap pada gerak cepat pemerintah daerah agar ruang kelas tersebut bisa segera dibangun kembali.

“Laporan resmi sudah kami layangkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Kami berharap segera ada penanganan agar fasilitas sekolah kembali utuh,” pungkasnya.

Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "15 Tahun Tak Direnovasi, Atap SMPN 3 Banjarsari Ciamis Ambruk"

Load More