SuaraJabar.id - Aksi perbuatan R, sopir angkot di Kota Bogor, yang membunuh dan memerkosa Amelia hingga kini masih menjadi sorotan. Dari latar belakang kehidupan R terungkap, dirinya pernah mendapat tindak kekerasan.
"Kalau saya melakukan tindak kekerasan belum pernah. Pernah mendapat perlakukan kekerasan seperti ditampar pernah, namanya di jalan," ungkap R seperti diberitakan Sukabumiupdate.com-jaringan Suara.com.
Sebelum berstatus sebagai tersangka kasus pembunuhan, R mencari nafkah dengan menjadi sopir elf jurusan Cianjur-Bogor. Kehidupan yang serba kekurangan, memaksa R memilih terminal sebagai tempat hidup.
Bahkan, sebelum menjadi sopir, pria asal Cianjur tersebut pernah menjadi tukang panggul di pasar. Hidup keras di jalanan sudah dianggapnya biasa untuk seorang sopir. Selama ini, dia mengaku dibesarkan oleh kakek neneknya, sedangkan orang tuanya hanya tukang cuci.
Diketahui, Amelia adalah warga Jalan Prof Mohamad Yamin RT 02/09 Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Dia merupakan alumni IPB (Institute Pertanian Bogor), saat kejadian Amelia dalam perjalanan pulang setelah mendaftar untuk melanjutkan pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi di Bogor.
Dia pamit berangkat kepada keluarga pada Sabtu (20/7/2019) siang dan merencanakan menginap di Bogor di rumah temannya. Besoknya, Minggu (21/7/2019) malam Amelia pulang ke Cianjur. Korban terakhir komunikasi dengan pihak keluarga itu pada Minggu malam.
Amelia sempat berkomunikasi dengan keluarganya. Dalam komunikasi terakhir itu, kepada keluarga, korban mengatakan sudah mendapatkan mobil untuk pulang ke Cianjur, tapi mobil angkutan umum yang ditumpanginya dalam keadaan kosong. Komunikasi terakhir sekitar pukul 22.00 WIB.
Besoknya, jenazah Amelia perempuan berusia 22 tahun ini ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di sawah pinggir Jalan Sarasa, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Senin (22/7/2019) lalu.
Baca Juga: Mayat Nyaris Bugil, R Gagal Buang Amelia di Warung karena Lihat Preman
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
Terkini
-
Izin Investor Tapi Melanggar, WNA Arab Saudi di Cianjur Resmi Diusir dan Masuk Daftar Cekal
-
Disekap dan Diintimidasi di THM Maumere, 12 Korban TPPO Asal Jabar Akhirnya Pulang
-
Tahun Kuda Api, BRI Hadirkan Imlek Prosperity 2026
-
Catat Tanggalnya! CGM Bogor 1-3 Maret 2026: Perayaan Unik Harmoni in Diversity
-
Komisi III DPR Kawal Ketat Kasus Kematian NS, Desak Jerat Ibu Tiri dengan Hukuman Maksimal