SuaraJabar.id - Pemilihan wali kota (Pilwalkot) Depok 2020 mendatang dipastikan bakal seru. Sebab, petahana Wali Kota Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Pradi Supriatna dipastikan bakal maju.
Meski begitu, dari hasil survei Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia (UI) bersama Instagram Depok 24 Jam menggambarkan presentase popularitas dua petahana masih terbilang bagus, yakni 12 persen untuk Mohammad Idris dan 10 persen untuk Pradi Supriatna 10 persen.
Walau terbilang baik, kedua orang tersebut kalah dengan musisi legenda, Iwan Fals yang mendapatkan dukungan persentase 13 persen dari 2.800 responden di media sosial.
"Jadi masih ada beberapa calon wali kota yang bermunculan seperti Imam Budi Hartono, Nuroji, Hendrik, dan lainya mereka mendapat persentase di bawah lima persen," kata Peneliti Klinik Digital Vokasi UI Devie Rachmawati di Depok saat diskusi publik dengan tema 'Siapa Penantang Petahana di Pilkada Depok 2020 dalam Perspektif Akademis, Politik, Pers, dan Masyarakat' di wilayah GDC, Kamis (19/9/2019)
Devie mengatakan dari ketiga nama yang muncul dari hasil survei, masih ada sekitar 48 persen yang masih belum bisa menentukan. Artinya, kata dia, warga Depok inginkan figur baru memimpin Kota Belimbing yang lebih baik, bisa memberikan rasa aman dari kriminalitas dan narkoba.
"Bicara lawan terberat ketiga nama ini, salah satunya Iwan Fals dan partai politik pengusung calon wali kota yang bisa menyelesaikan permasalahan satu sampai dua tahun. Dan lawanya siapa saja," kata dia.
"(Iya) melihat angka 48 persen ini kelihatan incumben sudah tak dipercayakan lagi. Warga Depok ingin kan sosok baru untuk memimpin Depok," kata dia.
Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik UI Lisman Manurung menegaskan menjelang Pilkada Depok 2020 ini tentunya persoalan sosial seperti sampah, pendidikan, transportasi, dan kesehatan harus menjadi perhatian petahana dan calon lainnya.
"Terpenting adalah calon wali kota dan petahana bisa menyelesaikan masalah sosial," kata Lisman.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Depok Sukaimih Muslimin mengatakan, Kota Depok akan menggelar pesta demokrasi yakni Pilkada Depok 2020. Tentunya, calon Wali Kota Depok nantinya orang yang memiliki karya dan sudah dirasakan masyarakat umum.
Baca Juga: Iwan Fals Ungguli Pilkada Depok, Ini Kata Peneliti Klinik Digital Vikasi UI
"Itu yang bisa menjadi penanantang petahana di Pilkada Depok nanti, yang sudah memiliki karya," kata dia.
Tentunya, lanjut Sukaimih, persoalan di tiap daerah pasti ada, seperti pendidikan, kesehatan dan fasilitas, dan persampahan.
"Namun penyelesaian persoalan harus skala prioritas," kata Sukaimih.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
Iwan Fals Ungguli Pilkada Depok, Ini Kata Peneliti Klinik Digital Vikasi UI
-
Gelar Survei Klinik Digital Vokasi UI, Hasilnya Warganet Pilih Iwan Fals
-
Pilkada Depok, Survei Klinik Digital Vokasi UI: Asal Parpol Tidak Pengaruh
-
Makin Panas, 6 Parpol Bentuk Koalisi Lawan PKS di Pilkada Depok 2020
-
Ini Lima Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
Terkini
-
BRIZZI x ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Eksplor Seni, Kuliner, dan Berburu Hadiah
-
Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang
-
5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital
-
Gaya Baru Sektor Swasta Jaga Alam, WWF Sambut Positif Inisiatif EIGER Nature
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini