SuaraJabar.id - Tiga tokoh menempati posisi teratas dalam survei Pilkada Depok 2020 versi Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia. Ketiganya adalah musisi Iwan Fals, Mohammad Idris (Wali Kota Depok), serta Pradi Supriatnya (Wakil Wali Kota Depok).
Dalam survei bertajuk "Persepsi Netizens Pra Pilkada Depok 2020", Iwan Fals mendapat persentase 13 persen, juga diketahui pencipta lagu Bento ini tinggal di Kota Depok.
Sementara Mohammad Idris memperoleh 12 persen, unggul dua persen atas Pradi Supriatnya.
"Iwan Fals seperti diketahui seorang public figure. Namanya besar di kancah musik. Sementara Idris dan Pradi adalah walikota-wakil walikota Depok yang memimpin sekarang. Keduanya diuntungkan karena intensitas sosialisasi kepada masyarakatnya tinggi," kata Peneliti Klinik Digital Vokasi UI, Devie Rachmawati kepada Suara.com ketika dikonfirmasi, Sabtu (14/9/2019).
Devie Rachmawati mengatakan yang perlu dicermati adalah mayoritas sikap warganet alias netizen.
Baca Juga: Top 5 Otomotif Pagi: Mobnas Maleo sampai e-SIM Android
Berdasar hasil siginya, ada 48 persen yang tak begitu peduli tentang siapa yang memimpin Depok selanjutnya.
"Mereka hanya menginginkan yang terpenting pemimpin ke depan bisa lebih baik. Membenahi persoalan-pesoalan krusial seperti kriminalitas, pendidikan berkualitas, dan kesehatan," jelas Devie Rachmawati.
Dalam kesempatan itu, Devie Rachmawati juga mengungkapkan soal masalah yang paling banyak dibahas netizen. Pertama soal tingkat kriminalitas dengan persentase 29 persen, pendidikan berkualitas 22 persen, penanganan banjir 11 persen.
"Ini bisa menjadi masukan bagi siapapun yang akan bertarung dalam kontestasi Pilkada Depok nanti," cetusnya.
Adapun selain ketiga nama di atas, dalam survei juga muncul nama-nama seperti Nuroji (Politikus Senior Gerindra dan Anggota DPR-RI), Hendrik Tangke Allo (Ketua DPC PDI Perjuangan/DPRD Depok), Imam Budi Hartono (Politikus PKS/DPRD Jawa Barat), dan Babai Suhaimi (Politikus PKB /DPRD Depok).
Baca Juga: Selamat Jalan Pak Habibie, 4 Hal Tentang Beliau di Sektor Otomotif
Mereka masing-masing mendapat persentase 3 persen, kecuali Nuroji yang memperoleh 4 persen.
Berita Terkait
-
Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Wali Kota Depok Bisa Dijerat UU Tipikor?
-
Izinkan Mobil Dinas untuk Mudik, Wali Kota Depok Bisa Diperiksa dalam Kasus Korupsi
-
Blunder Izinkan Mudik Pakai Mobil Dinas, Dedi Mulyadi Panggil Wali Kota Depok 8 April
-
Bima Arya Pastikan Wali Kota Depok Akan Ditegur, Imbas Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas
-
Wali Kota Depok Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, KPK: Mestinya Cegah Penyalahgunaan Fasilitas
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar