SuaraJabar.id - Perjalanan kereta api yang melintas di Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, mengalami keterlambatan hingga tiga jam, hal ini merupakan imbas dari banjir Jakarta.
"Keterlambatan kedatangan KA di wilayah Daop 3 Cirebon disebabkan imbas genangan air yang terjadi di sejumlah jalur Daop 1 Jakarta," kata Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon Luqman Arif di Cirebon, Selasa (25/2/2020).
Luqman mengatakan, akibat banjir beberapa prasarana jalur rel tidak dapat dilalui, sehingga perjalanan kereta jarak jauh yang biasa melintas di Daop 3 Cirebon mengalami keterlambatan.
Menurut dia, dari data terakhir yang dimiliki keterlambatan hingga tiga jam lebih yaitu ada tiga kereta yang telat datang melewati Cirebon.
"Yaitu kereta Kutojaya relasi pasar Senen-Kutoarjo, Argo Dwipangga Gambir-Solo dan Fajar Utama Pasar Senen-Yogyakarta," ujarnya.
Sementara kereta api yang mengalami keterlambatan melintas di Cirebon dari 30 menit hingga dua jam ada sebanyak 12 KA di antaranya Gajahwong Pasar Senen-Lempuyangan, Argo Bromo Aggrek Gambir-Pasarturi, Tawang Jaya Pasarsenen - Semarang Tawang dan lainnya.
Dia menambahkan kemungkinan jumlah penumpang maupun kereta yang mengalami keterlambatan akan terus bertambah seiring masih adanya genangan air di wilayah Daop 1 Jakarta.
"Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pengguna jasa atas gangguan perjalanan KA jarak jauh," katanya.
Sumber: Antara
Baca Juga: Batal Naik Kereta Gara-gara Banjir, Tiket Bisa Dikembalikan 100 Persen
Berita Terkait
-
Rahmat Tewas karena Tabrak Jalan Berlubang yang Tertutup Banjir
-
Jabotabek Banjir Lagi, Operator Seluler Lebih Siap
-
Akibat Banjir Jakarta, KA Jurusan Semarang Terlambat Hingga 4 Jam
-
Dilanda Banjir 3 Meter, Warga Cipinang Melayu Mengungsi ke Kampus Borobudur
-
Jakarta Dikepung Banjir, Anies Panik hingga Batalkan Semua Rapat
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
-
Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas
-
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games
-
YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah