Andi Ahmad S
Rabu, 04 Februari 2026 | 19:48 WIB
Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Eyang Meri Hoegeng, istri Jenderal Hoegeng, berpesan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk menjaga institusi Polri.
  • Pesan penting almarhumah adalah agar anggota Polri menjadi teladan, memberikan perlindungan, serta bertanggung jawab kepada masyarakat.
  • Polri mengajukan Bintang Bhayangkara Utama bagi Jenderal Hoegeng sebagai penghormatan tertinggi atas jasa dan spiritnya.

SuaraJabar.id - Kepergian Meriyati Hoegeng, atau Eyang Meri Hoegeng, istri mendiang Jenderal Hoegeng Iman Santoso, meninggalkan duka mendalam sekaligus wasiat berharga bagi institusi kepolisian.

Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan secara langsung pesan terakhir yang ia terima dari almarhumah sebuah permintaan tulus untuk terus menjaga institusi Polri.

Kata Listiyo, pesan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan amanah abadi yang kini menjadi semangat bagi seluruh jajaran Bhayangkara.

"Ini adalah amanah, ini adalah wasiat, ini adalah pesan yang harus terus kami jaga dan kami kumandangkan," tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri menjelaskan bahwa Eyang Meri Hoegeng sebelum meninggal menitipkan pesan agar menjadi Polisi yang menjadi contoh, teladan, hingga memuliakan diri sendiri.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggarisbawahi betapa dalamnya makna pesan tolong jaga titip institusi Polri yang selalu disampaikan Eyang Meri di saat-saat terakhirnya dan di setiap kesempatan.

"Dan tentunya pesan itu memiliki makna mendalam, bahwa kami, Polri, harus bisa mengikuti teladan beliau untuk betul-betul bisa menjadi contoh, memberikan perlindungan, pengayoman, dan kemampuan terhadap masyarakat dan bertanggung jawab terhadap keamanan, sebagaimana tugas pokok kami, dan doktrin kami untuk menjaga," jelas Kapolri, Rabu 4 Februari 2026.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo turut hadir langsung mengantarkan pemakaman Meriyati Roeslani Hoegeng. Prosesi pemakaman berlangsung pada Rabu (4/2/2026) di Taman Pemakaman Bhakti Umum (TPBU) Giri Tama, Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. [Andi Ahmad S/Suara.com]

Kapolri juga mengungkapkan bentuk penghormatan tertinggi dari Polri kepada Jenderal Hoegeng Iman Santoso, yang secara tidak langsung terinspirasi dari semangat Eyang Meri.

"Banyak hal yang kami kenang dari Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri Hoegeng. Dan kami berterima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami, kewarisan dari para pendahulu, dan terutamanya almarhum Hoegeng Iman Santoso yang tentunya ini akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan kita," tutur Kapolri.

Baca Juga: Sentuhan Hati Eyang Meri Hoegeng, Ahok Kenang Kiriman Masakan ke Penjara dan Pesan Kejujuran

Sebagai bentuk pengakuan atas jasa dan spirit yang tak pernah padam, Polri mengajukan kepada Bapak Presiden untuk mendapatkan Bintang Bhayangkara Utama bagi almarhum Jenderal Hoegeng.

"Dan ini adalah bentuk penghormatan dari kami, adik-adik beliau, anak-anak beliau terhadap Almarhum atas jasa beliau dalam memberikan spirit, dalam selalu memberikan semangat pada saat situasi-situasi yang memang kami membutuhkan. Saya kira itu menjadi bentuk pengorbanan bagi kami, dari keluarga besar Polri, dari negara untuk beliau," tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sebagai informasi tambahan, Meriyati Roeslani Hoegeng dimakamkan di Taman Pemakaman Bhakti Umum (TPBU) Giri Tama, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (4/2/2026).

Load More