- Insiden 11 korban di tambang Pongkor memicu Gubernur menyoroti tingginya risiko kecelakaan tambang di Bogor.
- Gubernur mendorong solusi berkelanjutan berupa penyesuaian antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
- Sulitnya penertiban tambang ilegal di Bogor disebabkan oleh meluasnya jaringan pemain tanpa data akurat.
SuaraJabar.id - Insiden tragis di lubang tikus tambang Pongkor yang menewaskan 11 orang kembali membuka luka lama dan memicu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk kembali menyoroti serius kondisi pertambangan di Bogor.
Ia menegaskan bahwa Bogor itu menjadi daerah yang rawan kecelakaan akibat tambang, baik yang legal maupun yang ilegal.
Menurut Dedi Mulyadi, problem utamanya yaitu kan masyarakat kekeh bekerja pada sektor itu. Gubernur memahami betul bahwa bagi sebagian pekerja, menambang di lubang-lubang yang berisiko tinggi mungkin merupakan pilihan satu-satunya untuk hidup.
"Dan saya katakan dari sisi personal yang meninggal itu pahlawan keluarganya. Karena menambang masuk pada sebuah lubang yang beresiko mungkin bagi pilihan satu-satunya untuk hidup," ujar Gubernur Dedi belum lama ini kepada wartawan.
Melihat dilema ini, Gubernur Dedi Mulyadi mendorong agar ada solusi lain yang lebih berkelanjutan.
"Nah sehingga kita harus mendorong untuk agar agensi berikutnya adalah ada solusi lain," katanya.
Ia menekankan bahwa Bogor memiliki pertumbuhan ekonomi dan investasi yang baik. Oleh karena itu, perlu segera disusun link and match yang baik antara pertumbuhan ekonomi ini dengan penyerapan tenaga kerja.
"Solusinya kan Bogor pertumbuhan ekonominya baik, investasinya baik, nah link and matchnya harus segera disusun dengan baik. Tidak lagi polanya seperti ini," tegas Dedi Mulyadi.
Gubernur berharap agar investasi di Bogor dapat menciptakan lapangan kerja baru yang lebih aman dan menjanjikan, sehingga masyarakat tidak lagi terpaksa bekerja di sektor tambang berisiko tinggi.
Baca Juga: Jenderal Listyo Sigit: Pesan Eyang Meri Hoegeng adalah Api yang Menggelora bagi Anggota Polri
Salah satu tantangan terbesar yang diungkapkan Dedi Mulyadi adalah sulitnya melakukan penertiban karena meluasnya jaringan pemain di penambangan ilegal.
Ia sempat menawarkan solusi konkret kepada Bupati Bogor terkait kawasan tambang yang ditutup.
"Saya sampaikan ke Bupati Bogor saya bilang yang kawasan tambang yang ditutup hari ini. Kan saya sudah memberikan tawaran udah deh yang tua-tuanya ini bekerja dan menjadi tenaga pekerja PSDA, PU kebersihan, sopir-sopirnya bekerja," jelasnya.
Namun, implementasi tawaran ini terganjal masalah fundamental: membangun datanya aja susah.
"Kenapa? Karena semuanya menjadi pemain, kita minta data kepada A, A nya pemain gitu loh kan susah," keluh Dedi Mulyadi.
Data yang dihimpun SuaraBogor.id, area penambangan emas ilegal di Bogor terutama terkonsentrasi di dua kecamatan, yakni di Pongkor wilayah Kecamatan Nanggung, dan kemudian di wilayah Cigudeg, kawasan Gunung Guruh. Kedua area ini menjadi saksi bisu dari aktivitas tambang ilegal yang terus berjalan dan menelan korban.
Tag
Berita Terkait
-
Jenderal Listyo Sigit: Pesan Eyang Meri Hoegeng adalah Api yang Menggelora bagi Anggota Polri
-
Sentuhan Hati Eyang Meri Hoegeng, Ahok Kenang Kiriman Masakan ke Penjara dan Pesan Kejujuran
-
5 Poin Penting Laporan Kuasa Hukum Bahar Smith Terhadap Istri Korban Pengeroyokan
-
Pihak Bahar bin Smith Laporkan Istri Korban Pengeroyokan ke Polres Bogor atas Dugaan Berita Bohong
-
Presiden Prabowo Tantang Kompetisi 2029, Ungkap Capaian MBG Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan
-
Menyambung Titik-Titik Wisata: Pentingnya Integrasi Transportasi Udara dan Industri
-
BRI Hadirkan THR Lebaran 2026 dalam Bentuk Emas, Ini 6 Cara Transfer di BRImo
-
Tetap Aman dan Nyaman Selama Lebaran 2026: BRI Sabrina WhatsApp 24 Jam Bantu Nasabah Lebih Cepat
-
Pantauan Langit Kapolda Jabar: Exit Tol Parungkuda "Adem Ayem", Puncak Mudik Ternyata Sudah Lewat