SuaraJabar.id - Pemerintah Kota Bogor belum memiliki rencana untuk melakukan lockdown terhadap wilayahnya. Pasalnya, hal tersebut akan berdampak buruk kepada ekonomi dan aktivitas di kota tersebut.
"Tidak (lockdown). Pertimbangan banyak, karena dampak permasalahan ekonominya," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Minggu (15/3/2020).
Dedie menyebut, jika diberlakukan lockdown akan turut berimbas kepada aktivitas masyakat terutama yang menggunakan transportasi KRL Commuter Line.
"Ada 280 ribu orang menggunakan KRL setiap hari, dari 400 trip dan 6 menit sekali orang datang dan keluar Stasiun Bogor. Dari jumlah itu paling sekitar 40 ribu saja warga Kota Bogor," jelas Dedie.
Selain itu, dampak pariwisata pun juga akan berimbas salah satunya dari perhotelan. Karena menurut laporan dari PHRI, okupansi hotel di Kota Bogor sudah mengalami penurunan akinat virus corona.
"Data dari PHRI secara nasional maupun wilayah di Kota Bogor mamang ada penurunan okupansi, tapi kita upaya agar penurunan tidak drastis," ungkapnya.
Pemkot Bogor pun masih memilih upaya mencegah penyebaran virus corona dengan menyadarkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.
"Teman-teman di sekitar wilayah Kota Bogor seperti Kabupaten Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi juga harus ikut meningkatkan kewaspadaan, untuk membantu pemerintah pusat mencegah resiko penyebaran COVID-19," katanya.
Kontributor : Zian Alfath
Baca Juga: Populer di Tengah Wabah Virus Corona Covid-19, Pahami Istilah Lockdown
Berita Terkait
-
Anies Imbau Warga DKI Tidak Naik Kendaraan Umum, Ganjil-genap Ditiadakan
-
Ini Daftar Menteri yang Sempat Ikut Rapat dengan Menhub Budi Karya Sumadi
-
Virus Corona Merebak, Gunungkidul Tunda Event Pariwisata Berskala Besar
-
Heboh Virus Corona, Lady Gaga Umumkan Karantina Diri di Rumah
-
CEK FAKTA: Benarkah Terapis Panti Pijat di Jakarta Suspect Virus Corona?
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa