SuaraJabar.id - Masjid Jami’ Mungsolkanas Bandung masih tetap melakukan aktifitas ibadah berjamaah seperti biasa. Baik ibadah salat Jumat maupun lainnya. Meski saat ini virus corona jenis baru Covid-19 telah menjadi pandemik.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masji Jami’ Mungsolkanas Diki Senjaya menjelaskan pengurus Masjid telah melakukan musyawarah. Hasilnya seluruh pengurus bersepakat untuk pelaksanaan dan aktifitas ibadah tetap berjalan normal.
“Mengenai kebijakan dari pemerintah, terkait musibah bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya di masjid kami akan tetap melaksanakan sholat jumat berjamaah seperti biasa,” ujar Diki kepada Suara.com ditemui di Masjid Jami’ Mungsolkanas, Jalan Cihampelas, Rabu (18/3/2020)
Adapun hal yang dipertimbangkan kata Diki, pihaknya mempercayakan hal tersebut kepada Tuhan. Diki berharap dengan adanya musibah wabah virus corona ini masyarakat bisa diberi kekuatan.
Terkait dengan kapasitas jumlah jemaah di Masjid Jami’ Mungsolkanas, Diki mengungkapkan kurang lebih 500 hingga 700 jamaah untuk setiap salat jumat. Kesiapan pencegahan Covid-19 sendiri, pihak DKM belum menyiapkan anti septik seperti hand sanitizer.
“Belum ada, jadi kita belum ada menyiapkan,” ujar Diki
Mengenai informasi dan tanggapan pemberitahuan dari MUI terkait mengurangi aktifitas sholat berjmaah, Diki mengungkapkan pihaknya mengembalikan kepada kepercayaan para jemaah.
“Kami terima masukkan tapi kita kembalikan ke jamah bahwa mengenai kepercayaan itu tidak bisa dipaksakan, dan kembali kepada kepercayaan masing-masing,” ujar Diki
“Untuk sholat berjamaah atau tidak itu kita kembalikan kepada kepribadian dan kepercayaan masing-masing dan kami selaku pengurus selalu mencari yang terbaik,” lanjut Diki menambahkan.
Baca Juga: MUI Jateng Pastikan Salat Jumat Tetap Berjalan Seperti Biasa
Salat Jumat Dipersingkat
Sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Virus Corona, MUI Jabar himbau masyarakat untuk kurangi kegiatan, termasuk salat berjamaah di Mesjid.
Tak hanya itu, MUI Jabar juga himbau untuk kegiatan tabligh akbar yang mengundang banyak massa untuk di tunda sementara waktu.
"Salat kan bisa dilakukan di rumah yah di rumah saja, boleh tetap ke mesjid tapi tidak terlalu banyak. Mengurangi aktivitas," kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar, saat dihubungi via ponselnya, Selasa (17/3/2020) kemarin.
"Termasuk dengan kegiatan yang sifatnya menghadirkan massa. Upamanya tabligh akbar yah kalau bisa di tunda dulu," sambung dia.
Penyebaran virus corona memang cukup signifikan di Jabar. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan penambahan pasien positif virus corona jenis baru Covid-19 di Jawa Barat bertambah tiga. Hingga saat ini tercatat jumlah pasien positif Covid-19 ada 10 orang di Jawa Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BRI Private Hadirkan Premium Medical Check Up, Dukung Nasabah Jaga Kesehatan
-
Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut Bak Apartemen
-
Lewat BRI inFrame 2026, Kisah Ekonomi Kerakyatan Indonesia Diabadikan dalam Bingkai Fotografi
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tiga Orang Disomasi, Gus Ipul: Jangan Kembangkan Fitnah Apalagi ke NU