Tasmalinda
Rabu, 24 Juni 2026 | 17:45 WIB
tato Yunita Love Taufik di tubuh korban
Baca 10 detik
  • Tersangka berinisial TH ditangkap polisi di Bandung karena menyekap serta menganiaya korban berinisial YTR selama bertahun-tahun.
  • Korban diduga dipaksa membuat tato wajah dan nama pelaku sebagai simbol dominasi ekstrem pada tubuhnya sendiri.
  • Kasus ini terungkap setelah keluarga mendapati korban dalam kondisi luka berat di RS Hasan Sadikin pada Juni 2026.

SuaraJabar.id - Publik kembali dibuat geram oleh perkembangan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan YTR 29) di Bandung, Jawa Barat. Setelah dugaan penyiksaan yang berlangsung selama bertahun-tahun terungkap, kini muncul fakta lain yang tak kalah menyita perhatian.

Korban diduga tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga dipaksa membuat sejumlah tato yang berkaitan dengan pelaku Taufik Hidayat (30), pria yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menangkap Taufik setelah kasus yang menimpa YTR menjadi sorotan luas masyarakat.

Informasi mengenai tato tersebut viral di media sosial sejak Selasa (24/6/2026). Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan tato berisi nama korban, nama pelaku, tulisan "Yuvita Love Taufik", hingga gambar wajah yang disebut menyerupai pelaku.

Unggahan yang menampilkan foto tato itu langsung menyebar luas dan menuai ribuan komentar. Banyak warganet mengaku tidak hanya marah, tetapi juga merasa sedih melihat apa yang diduga dialami korban selama menjalin hubungan dengan pelaku.

Jika sebelumnya publik fokus pada dugaan penyekapan dan penganiayaan, kemunculan foto tato membuat perhatian beralih pada aspek lain yang dianggap tidak kalah menyakitkan.

Bagi banyak orang, luka akibat kekerasan fisik mungkin dapat sembuh seiring waktu. Namun tato yang dibuat secara paksa meninggalkan bekas yang jauh lebih panjang, baik secara fisik maupun psikologis.

Tidak sedikit pengguna media sosial yang menyebut dugaan tindakan tersebut sebagai bentuk kontrol ekstrem terhadap korban. Sebab, tato yang memuat nama hingga wajah pelaku dianggap sebagai simbol dominasi yang terus melekat pada tubuh korban.

"Ini bukan cuma penganiayaan," tulis salah satu pengguna media sosial yang ikut mengomentari kasus tersebut.

Komentar serupa bermunculan dalam jumlah besar. Banyak yang menyampaikan simpati kepada korban dan berharap proses hukum berjalan maksimal.

Baca Juga: Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba

Kasus yang menimpa Yuvita Tri Rezeki (YTR) sendiri menjadi perhatian nasional setelah dugaan penyekapan dan penganiayaan yang berlangsung dalam waktu lama terungkap ke publik. Pelaku telah diamankan dan saat ini menjalani proses hukum. Polisi juga masih mendalami berbagai fakta yang muncul, termasuk informasi mengenai tato yang viral di media sosial.

Di tengah derasnya perhatian publik, satu hal yang paling banyak disuarakan adalah harapan agar korban mendapatkan perlindungan, pemulihan, dan keadilan atas apa yang diduga dialaminya selama ini.

tato Yunita Love Taufik di tubuh korban

Berhasil Ditangkap

Aparat kepolisian akhirnya menangkap pria yang diduga menjadi pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR. Taufik Hidayat diamankan jajaran Polda Jawa Barat di wilayah Bandung Raya pada Selasa (23/6/2026). Penangkapan tersebut dikonfirmasi Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan.

Kasus ini sebelumnya terungkap setelah keluarga korban menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal. Pengirim pesan tersebut memberi tahu bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Saat mendatangi rumah sakit, keluarga dibuat syok. Mereka mendapati YTR dalam kondisi memprihatinkan dengan luka berat di bagian kepala, wajah, dan kaki, serta sejumlah luka lain di tubuhnya. Kondisi korban yang mengenaskan itu memunculkan dugaan kuat bahwa ia telah lama mengalami kekerasan.

Load More