SuaraJabar.id - Minibus atau elf nomor polisi Z-7933-D mengalami keselakaan dengan masuk ke selokan di Jalan Raya Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (27/3/2020). Satu penumpang dilaporkan meninggal dunia dari kecalakaan yang diduga disebabkan oleh sopir mengantuk.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Asep Nugraha membenarkan peristiwa itu. Asep mengatakan lima penumpang lainnya luka-luka dan seorang sopir mendapatkan perawatan medis serta kendaraan rusak.
Asep mengatakan kecelakaan tunggal itu dikemudikan oleh Ganjar Darusalam. Sopir melaju cukup kencang dari arah Garut menuju Bayongbong.
Saat melewati jalan yang menikung, kata Asep, sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya hingga akhirnya melaju ke arah kiri dan masuk ke selokan sedalam 4 meter dengan posisi kendaraan miring.
"Sewaktu melintasi jalan menikung ke kanan dan agak menanjak hilang kendali ke kiri jalan kemudian terjatuh ke dalam selokan yang berkedalaman 4 meter dengan posisi terguling miring," ungkapnya seperti diberitakan Antara.
Asep menyampaikan, seluruh penumpang yang luka-luka maupun yang selamat sudah berhasil dievakuasi dari dalam kendaraan, khusus yang luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi, kata dia, sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi bangkai kendaraan ke markas Polres Garut untuk penyelidikan lebih lanjut.
Asep menyampaikan, saat ini polisi belum mengamankan sopir untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan tunggal itu karena masih mendapatkan perawatan medis.
"Sopir masih dirawat di RSUD Garut," ucap Asep.
Baca Juga: Persib Janji Gaji Pemain Dibayar Penuh Hingga Dua Bulan ke Depan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba