SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghimbau masyarakat untuk tidak menolak jenazah pasien Covid-19. Karena virus Covid-19 pada jenazah akan mati setelah beberapa jam pasien meninggal.
Hal itu disampaikan Ridwan Kamil sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers update penangan Covid-19 di Gedung Pakuan Kota Bandung, Jumat (3/4/2020). Ridwan Kamil mengungkapkan prosedur pembungkusan jenazah Covid-19 oleh pihak rumah sakit sudah sesuai standar organisasi kesehatan dunia (WHO).
“Saya menghimbau warga jangan menolak karena dari kedokteran menyatakan 7 jam sejak jenazah meninggal maka virus itu sudah mati. Kemudian diperkuat oleh pembalseman, disinfektan oleh rumah sakit, dibungkus oleh plastik dan ditutup oleh peti mati,” ujar Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil menghimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap menggunakan dan mengutamakan ilmu pengetahuan dalam mengambil keputusan.
“Sehingga tidak ada lagi peluang yang namanya virus untuk hidup, sehingga saya himbau kita gunakan ilmu dan pengetahuan dalam mengambil keputusan jangan oleh provokasi tanpa ilmu tanpa pengetahuan, warga berwaspada tapi emosional bukan berwaspada dengan cara rasional,” ujar Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi kepada warga terkait pemakaman jenazah virus corona. Pihaknya juga telah mengirimkan surat edaran untuk seluruh kepala daerah terkait edukasi pemakaman.
“kami terus melakukan edukasi terkait pemakaman-pemakaman. Untuk memperkuat itu saya sudah mengirimkan surat edaran kemarin untuk seluruh kota kabupaten agar melakukan persiapan pemakaman dengan maksimal, melakukan edukasi kepada masyarakat,” ujar Emil.
“Dan jika memungkinkan menyiapkan makam yang khusus yang bisa digunakan secara maksimal oleh pasien-pasien Covid-19,” tambah Ridwan Kamil.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan memperkuat ekonomi masyarakat yang melemah akibat pandemi virus corona. Sebanyak Rp 16,2 triliun disiapkan untuk meringankan beban masyarakat.
Baca Juga: Wakil Bupati Kebumen Sumbang Gaji Ratusan Juta Buat Penanganan Corona
Ridwan Kamil mengungkapkan bantuan akan diberikan kepada masyarakat Jabar yang terdampak pandemi Covid-19. Pihaknya telah berkoordinasi dengan dewan terkait anggaran tersebut.
“Dari sisi penguatan ekonomi, sudah masuk waktunya keresahan dari warga sudah kami monitor," kata Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil mengungkapkan nantinya Rp 3,2 triliun untuk pembelian paket sembako, sedangkan Rp 13 triliun untuk program padat karya. Terkait bantuan tunai senilai Rp 500 ribu, Ridwan Kamil mengungkapkan pihaknya akan secepatnya menyalurkan setelah pendataan selesai.
“Sepatnya kalau lancar karena hari ini masih proses pendataan, dari data itu akan keluar per SK wali kota bupati, jika sudah keluar kami akan mulai melakukan bantuan mulai minggu depan,” ujar Ridwan Kamil.
Kontributor : Emi La Palau
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua
-
Penuh Haru! 10 Kru Selamat KM Virgo Transport 8 Akhirnya Pulang ke Garut
-
Krisis Air Bersih Meluas, 27.180 Warga Karawang Terdampak Kekeringan
-
Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit
-
Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan