SuaraJabar.id - Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan 150 alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk para pengendara yang melintas di Jalan K. H. Noer Ali, Sumber Artha, Kalimalang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Tes tersebut dilakukan hari ini Selasa (5/5/2020) ke sejumlah pengendara.
Penanggung Jawab Pengambilan Sampel PCR, Sardi di Sumber Artha mengatakan alasan tes PCR di perbatasan tersebut karena ingin mengetahui seberapa besar orang tanpa gejala (OTG) yang positif yang melintas di perbatasan Jakarta -Bekasi tersebut.
"Untuk mencari tahu seberapa besar yang positif Covid-19, berapa persen dari 150 orang yang lewat yang postif Covid-19," ujar Sardi di lokasi.
Sardi mengatakan antusiasme pengendara yang mengikuti tes PCR cukup baik. Terbukti dari pukul 07.00 WIB hingga 08.00 sudah 40 pengendara yang mengikuti tes PCR.
"Banyak sasaran yang tidak menolak dan bersedia mengikuti untuk melakukan pemeriksan PCR dan tidak keberatan," ucap dia.
Ia menyebut 150 sampel dahak pengendara yang diambil, nantinya akan dikirim ke Laboratoriun Kesehatan Daerah Kota Bekasi. Adapun hasilnya paling cepat diketahui sekitar 24 jam.
"Kalau kondisi normal enggak sampai 24 jam. Dengan kondisi SDM terbatas alatnya juga terbatas," ucap dia.
Tak hanya itu, Sardi menuturkan setelah mengikuti tes, para pengendara akan dihubungi jika hasilnya positif.
"Nanti kalau dari pengendara dari hasil tes ada yang positif ternyata, kita sudah minta nomor kontak masing. Kalau positif akan kami beritahukan, karena ada tindaklanjutnya, bagaimana penangannya. Kita edukasi isolasi mandiri," tutur Sardi
Baca Juga: Pesawat Pasokan Bantuan Covid-19 Jatuh di Somalia, Tewaskan 6 Orang
Jika yang positif merupakan warga Kota Bekasi, pihaknya akan menjemput pasien untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara jika warga yang positif merupakan warga di luar kota Bekasi, akan ditangani oleh Pemda setempat.
"Kita akan berkomunikasi dengan Pemda setempat. Kalau di Bekasi ditangani. Kalau utnuk diluar bekasi nanti saya serahkan ke kabupaten/kota masing-masing," katanya.
Pantauan Suara.com, petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP ikut membantu petugas Puskesmas Bintara Jaya dan Dinas Kesehatan Kota. Bekasi melakukan tes PCR pada para pengendara yang melintas.
Mereka yang diberhentikan yakni pengendara roda dua yang berboncengan dan juga supir angkutan umum, taksi.
Para petugas gabungan juga terlebih dahulu menanyakan kesediaan para pengendara untuk mengikuti tes. Setelah bersedia, para pengendara diarahkan menuju lokasi tes PCR.
Adapun tahapnya, para pengendara mengikuti tes wawancara baik itu data identitas dan riwayat serta gejala yang dimiliki.
Berita Terkait
-
Andai Restoran Kembali Buka, Ini Aturan yang Bisa Diterapkan
-
Tukang Cukur Gunakan Jas Hujan Sebagai APD
-
6 Sekolah di Jaktim Jadi Tempat Isolasi, Pemkot: Alhamdulillah Warga Terima
-
Vaksin Covid-19 Dinilai Dapat Selesai dalam 18 Bulan, Apakah Realistis?
-
Menkes Taiwan Dipuji karena Berhasil Redam Wabah Corona Covid-19
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa