SuaraJabar.id - Beberapa hari jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, situasi Pasar Anyar di Kota Bogor sempat bikin gaduh karena banyak warga yang berkerumun di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Kini kondisi Pasar Anyar berbanding terbalik. Selepas Hari Raya Idul Fitri kondisi Pasar Anyar terpantau sepi.
Berdasar pantauan Suara.com di lokasi pada Selasa (26/5/2020) sore tampak tak ada lagi kerumunan warga, baik yang berbelanja maupun situasi lalu lintas di sekitar Pasar Anyar.
Meski aktivitas Pasar Anyar tetap aktif, tak terlihat adanya kerumunan warga yang saling berhimpitan untuk berbelanja.
Baca Juga: Nasib PSBB Kota Bogor Akan Diputuskan Wali Kota Bima Arya Selasa Sore Ini
Sementara itu, beberapa lapak pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sekitar Pasar Anyar sebagian besar juga sudah tutup dan ditertibkan oleh petugas.
Untuk diketahui aparat gabuangan Satpol PP, Polri dan TNI sempat melakukan beberapa kali penertiban para PKL yang masih nekat berjualan di tengah penerapan PSBB.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin langsung jalannya penertiban pasar dalam rangka penerapan PSBB di Pasar Anyar pada Senin (18/5/2020) lalu.
Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan dari jajaran TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor melakukan penutupan lapak liar. Pun di tempat yang sama, dilakukan rapid test bagi pengunjung dan pedagang pasar.
“Titik yang paling rawan di masa PSBB ini adalah pasar, ditambah lagi menjelang Lebaran. Kita amati ada arus warga yang datang berbondong-bondong belanja bukan kebutuhan pokok. Karena itu saya koordinasikan dengan Forkopimda, Alhamdulillah didukung penuh Pak Danrem, Pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Dandenpom, bahkan Komandan Batalyon 315,” kata Bima Arya.
Baca Juga: Warga Bogor Serbu Pasar Anyar untuk Berbelanja Kebutuhan Lebaran
Berita Terkait
-
Minta Jatah THR dari APBD, Petinggi RSUD Kota Bogor Diskakmat Anggota DPRD: Tindakan Tak Etis!
-
Polisi Tangkap Anak Bos Rental Mobil, Pelaku Pembunuhan Satpam di Bogor
-
Ada Oknum Komisioner KPU Kota Bogor Langgar Kode Etik, Terima Uang dari Salah Satu Paslon, Ini Kata Bawaslu
-
Turis Jepang Kapok Berkunjung ke Kota Bogor Gegara Pengamen Marah-marah di Angkot
-
Ajak Masyarakat datang ke TPS 27 November, Habib Nabil Bicara Nasib Masa Depan Bogor
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar