SuaraJabar.id - Bagi masyarakat Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, penemuan sesosok mayat di sungai bukanlah sesuatu yang menggegerkan lagi.
Sudah tak terhitung di desa mereka kerap kali ditemukan mayat-mayat yang mengambang di sungai. Khususnya Sungai Ciwulan.
Manaf (54), warga setempat menuturkan, di aliran Sungai Ciwulan, tepatnya di bawah jembatan gantung desa Leuwibudah, kerap kali ditemukan mayat yang hanyut terbawa sungai.
Penemuan mayat yang mengambang seringkali dijumpai warga yang memancing ikan.
Saat dievakuasi, diketahui mayat tersebut yang jatuh dan terseret arus dari wilayah hulu.
"Kalau misalkan ada yang tenggelam di daerah hulu, pasti mencarinya di wilayah Leuwibudah. Itu sudah menjadi mitos dan cerita warga di Tasik," ujarnya.
"Jadi kalau ada yang tenggelam di wilayah Sungai Ciwulan, carinya di Sungai Ciwulan daerah Leuwibudah,“ ucap Manap kepada Ayotasik.com—jaringan Suara.com—pada Selasa (7/7/2020).
Ditambahkan Manaf, di bawah jembatan gantung, aliran air Sungai ciwulan saat tenang. Namun arus di bawahnya sangat kencang.
Saat aliran sungai surut, terlihat beberapa rongga atau cekungan di dasar aliran sungai.
Baca Juga: Pulang Jalan Kaki dari Puskemas, Santoso Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan
"Airnya tenang, tapi arus di dalamnya deras. Saya sebagai warga di sini juga seringkali ada penemuan mayat di sini, kebanyakan mengambang," ucap Manap.
Sementara itu, Jejen Jaenal (45) warga lainnya memperkirakan, selain adanya mitos yang menyelimuti aliran Sungai Ciwulan, tepatnya di bawah jembatan gantung Leuwibudah, kondisi air yang tenang serta cekungan di dasar sungai membuat mayat-mayat mudah ditemukan.
Artinya, mayat tersangkut di bebatuan dan cekungan sungai, saat kondisi mayat sudah mengembang karena cairan, mayat terangkat ke permukaan sungai karena kuatnya arus dari dalam.
"Jadi setelah mengembang, tubuh mayat itu kan langsung naik karena terdorong arus sungai. Jadinya mengambang ke permukaan. Selan itu, ya mitos di sini memang di aliran sungai itu ada penunggunya yang kerap membantu mayat-mayat yang tengelam," ujar Jejen.
Berita Terkait
-
Arti Suara Kucing Menangis Melengking di Luar Rumah Saat Malam Hari Menurut Kepercayaan Jawa
-
Mitos atau Fakta: Mencabut Colokan Listrik Kulkas dan TV Bisa Hemat Tagihan Bulanan?
-
Mitos Photographic Memory ala Sherlock: Menguji Klaim Brain Hacks
-
Geger Penemuan Mayat Bayi di Taman Sari, Warga: Awalnya Kayak Ada Bau Bangkai
-
Geger Pria Tewas di Kawasan GBK, Tinggalkan Pesan Perpisahan Menyentuh di Sosial Media
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
Timnas Ditahan Imbang Malaysia, Erick Thohir Buka Suara Soal Suporter Gaungkan Nama Shin Tae-yong
-
Bebas Bersyarat Indra Kenz Terancam Batal, Kanwil Ditjenpas Evaluasi Remisi Sakit Berkepanjangan
-
Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata
-
Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor
-
Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles