"Kalau darat pakai kereta api dari Bekasi ke Tanjung Priok.Transportasi sungai bisa dari Bekasi-Cilincing-Tanjung Priok," sambung Ali.
Hubungan dengan pembantaian sekutu Jepang letaknya 300 meter dari Stasiun Bekasi. Kini lokasi itu telah terbangun tugu persis di tepi Kali Bekasi.
Ceritanya itu pada tahun 1945, bermula ketika 90 sekutu Jepang akan dipulangkan ke negara asalnya dari Jatinegara.
Info kepulangan puluhan sekutu itu kemudian disampaikan oleh Zakaria Burhanudin, Komandan Badan Keamanan Rakyat Bekasi kepada kepala stasiun.
"Jadi di kontak kepala stasiun, saya juga sampai sekarang belum tahu itu namanya (kepala stasiun) bahwa ada 90 tentara Jepang yang sudah dalam perjalanan, katanya ya terserah mau diapain gitu," ujar Ali.
Setelah melintasi Stasiun rel kereta yang ditumpangi oleh puluhan sekutu itu dibelokan ke kanan atau rel buntu yang langsung menepi di Kali Bekasi.
Secara otomatis, kereta itu berhenti dan ratusan rakyat Bekasi ada di sana.
"Terjadi negosiasi, namun ternyata ada yang tak sependapat dan tidak sesuai dengan permintaan Rakyat Bekasi. Baru terjadi pembantai disana, mayat-mayatnya itu dibuang ke Kali Bekasi, jadi ada hubungan dengan penemuan Cagar Budaya dengan pembantaian tentara Jepang tidak ada, tidak ada tentara Jepang yang dibuang di lorong itu, semua dibuang ke Kali Bekasi," jelas Ali.
Atas hal demikian pula, Ali sudah meminta kepada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk menyurati Dirjen Perkeretaapian pada Kementerian Perhubungan.
Baca Juga: Lorong Tua di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Tempat Tentara Jepang Membantai
Surat ditujukan untuk menelisik fakta sejarah dengan penemuan cagar budaya akhir pekan kemarin.
"Jadi ada dua surat, satu ke Kemenhub dan satu ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang ada di Serang, Banten. Nah ini kami masih menunggu surat balasan dari Kemenhub. Saya berharap ada tindak lanjut karena Kemenhub dalam proyek DDT itu juga bekerjasama dengan BPCB," tutup Ali.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Berita Terkait
-
Cerita Korban Kecelakaan Bekasi Timur Didatangi Petugas KAI di Rumah
-
Bekasi Timur Berduka, Penumpang Mulai Bangkit dari Trauma
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Viral Buket Bunga dari Korban Selamat Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Pesannya Bikin Nangis
-
Baru Kerja 3 Hari dan Dilatih Sehari, Ini Sopir Taksi Pemicu Kecelakaan Maut
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
6 Fakta Proyek Jalan Tambang Bogor Barat di Tengah Evaluasi Pemprov Jabar
-
6 Fakta Pengungkapan Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Melalui CCTV
-
Jejak Digital Tak Bisa Bohong, Pembunuh WNA Korea di Bekasi Diciduk Usai Terekam CCTV
-
Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Terungkap, Mantan Istri Sewa Eksekutor
-
Jalan Tambang Bogor Barat Tetap Dibangun demi Ekonomi Rakyat