SuaraJabar.id - Kegiatan nonton film layar lebar di dalam mobil atau drive-in cinema akan digelar di Kota Bandung mulai Malam ini, Rabu (9/9/2020). Kegiatan ini akan digelar di kawasan Objek Wisata Kiara Artha Park, Jalan Jakarta, Kota Bandung mulai 9-13 September 2020.
Sekeretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan pihaknya telah melakukan peninjauan terhadap kesiapan penyelenggaran kegiatan tersebut. Dan pihaknya kembali mengingatkan penyelenggara untuk benar-benar memperhatikan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.
“Itu kan sudah ditinjau oleh pak Wakil, simulasi sudah berjalan, rekomendasi dari leading sektor sudah keluar ya kalau kita silahkan selama mereka mengikuti ketentuan dan aturan yang ada tentang protokol kesehatan,” katanya, di Balai Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).
Ia menilai rekomendasi diberikan karena kegiatan tersebut dirasa cukup aman. Ketentuan maksimum penonton 50 persen di dalam mobil, sehingga protokol menjaga jarak dapat dilakukan.
“Mereka kan tidak ada kontak fisik, yang ada adalah dalam kendaraan. Ya tentunya kendaraan itu dalam kondisi maksimum terisi 50 persen. Sama dengan ruang hotel dan sebagainnya,” katanya.
“Contoh mobil Kijang, kan maksimal 7 orang, jadi hanya 4 atau 3, kalau lebih dari itu tidak boleh. Panitia sudah menyanggupi, jadi jumlah peserta dibatasi, kemduian orang yang masuk di dalam kendaraan juga harus berpegang pada protokol kesehatan,” tambahnya.
Terkait dengan jam operasional, pemkot akan membatasi kegiatan tidak digelar hingga larut malam. Ema meminta penyelenggara untuk menyesuaikan dengan peraturan Pemkot Bandung.
“Kalau kita bicara relaksasi kan, untuk restoran jam sembilan malam, kecuali ya tempat hiburan, karena itu kan ada Perdanya juga, jam 12 malam mungkin itu menyesuaikan lah,” katanya.
Ema mengungkapkan kegiatan drive-in cinema ini sebagai salah satu penggerak ekonomi sehingga pihaknya memberi dukungan. Kedepan, ada kemungkinan kegiatan ini bisa terus dilakukan.
Baca Juga: "BLACKPINK: Light Up the Sky" Tayang di Netflix Oktober 2020
“Bisa saja, ini kan bagian dari pilihan dan kreativitas yang mereka lakukan. Karena kan mesin ekonomi mereka juga harus berjalan. Jadi mereka mencari terobosan, yang tentunya mereka juga bersandar pada kondisi dan situasi protokol kesehatan,” katanya.
“Pola semacam inilah yang sekarang ini menurut mereka itu sangat logis di masa kekinian. Dan itu secara formal sudah dilalukan peninjauan. Pak wakil wali kota wkatu itu menyampaikan bahw ini sangat memungkinkan. Ya secara formalnya saya izinkan,” tutupnya.
Kontributor : Emi La Palau
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain