SuaraJabar.id - Desa dengan status mandiri di Jawa Barat terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa), desa berstatus mandiri pada 2020, naik beberapa kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas PM-Desa Bambang Tirtoyuliono mengatakan, naiknya jumlah desa mandiri diiringi dengan peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi Jawa Barat. Pada 2020, jumlah desa mandiri di Jabar mencapai 270 desa. Tahun sebelumnya, pada 2019, jumlahnya hanya 98 desa saja.
Bambang mengatakan ada beberapa poin penting yang berperan dalam meningkatkan status desa mandiri di Jabar. Di antaranya adanya perbaikan di sektor ekonomi, infrastruktur, dan sosial. Jabar sendiri memiliki 5.312 desa yang tersebar di 18 Kabupaten dan kota.
"Tahun 2020, ditetapkan bahwa jumlah desa mandiri yang ada di Jawa Barat itu 270 (desa), kemudian yang sangat tertinggal sudah tidak ada. Kita melakukan perbaikan perekonomian desa, supaya potensi desa dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata Bambang, Rabu (9/9/2020).
Ia menambahkan, jumlah desa berstatus tertinggal dan berkembang terus menurun. Desa berstatus tertinggal dari 326 turun jadi 121. Sementara desa berstatus berkembang dari 3.656 turun jadi 3.290.
Dalam Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016 tentang IDM, ada 52 indikator yang menentukan status desa. Di antaranya, dimensi kesehatan, akses pendidikan dasar, hingga keterbukaan wilayah terhadap lingkungan ekonomi.
Menurutnya, peningkatan indikator IDM di Jabar tidak lepas dari upaya yang terus dilakukan pemerintah Provinsi Jabar dalam membenahi desa melalui program-program seperti digitalisasi layanan desa, gerakan membangun desa (Gerbang Desa) dan One Village One Company (OVOC).
Meski begitu, ucap dia, keberhasilan sebuah desa dibilang mandiri tidak melulu dibebankan kepada pemprov, melainkan harus ada keselarasan antara program di daerah dan di pusat. Kolaborasi program harus terus dilakukan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota.
Dalam 52 indikator IDM itu tidak semua kewenangan ada di provinsi. Contoh bahwa salah satu variabelnya dalam indeks komposit sosial itu ada yang namanya tenaga kesehatan, itu bukan domainnya provinsi tapi pemerintah kabupaten/kota, bagaimana bisa menghadirkan tenaga kesehatan," imbuhnya.
Baca Juga: Demi Syuting Gatotkaca, Hanung Bramantyo Bangun Taman Sari di Gamplong
"Terus disana tidak ada Paud misalkan, itu domainnya kabupaten kota. jadi mau tidak mau, suka tidak suka mesti bersama-sama bisa menghadirkan itu," tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, bagi desa yang dianggap sudah masuk dalam kategori mandiri, maka akan diberikan hadiah dari provinsi Jabar berupa penyerahan satu unit Mobil Aspirasi Kampung Juara alias Maskara. Kendaraan itu nantinya akan diserahkan kepada Kepala Desa berstatus mandiri dan berprestasi.
"Pada 2019 kita telah menyalurkan MASKARA sebanyak 126 unit kepada 73 Desa Mandiri, 10 Desa DLS to DM, dan 43 Desa Berprestasi di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten. Sementara tahun 2020 ini, sebanyak 102 unit akan didistribusikan kepada 21 Desa Mandiri, 13 Desa DLS to DM, dan 68 Desa Berprestasi yang berada di 18 kabupaten dan Kota Banjar," tukasnya.
Penyerahan kendaraan itu secara simbolis akan dilakukan di beberapa desa di Kabupaten Cirebon, Majalengka. Dan Kuningan. Rinciannya, sebanyak 7 desa di Kabupaten Cirebon, 7 desa di Majalengka dan r desa di Kuningan. Pemberian Maskara itu akan dilakukan pada pekan ini, Sabtu (12/9/2020).
Kontributor : Aminuddin
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras
-
Tambang Ditutup 7 Bulan, Bupati Bogor Minta Dedi Mulyadi Beri Kepastian Warga
-
Gunakan Dana Rp100 Miliar, Anggaran Konstruksi Jalur Khusus Tambang di Bogor Siap Digenjot