SuaraJabar.id - Desakan transparansi anggaran wisuda Kampus Unikom makin ramai. Isu tersebut sempat jadi trending topik di media sosial Twitter.
Akun resmi Instagram Unikom Official pun panen komentar miring. Bahkan, sejumlah akun Instagram mahasiswa atau wisudawan diblokir setelah melontarkan komentar yang mempertanyakan ihwal transparansi pengutuan biaya kelulusan.
Sebagian lain, misalnya, sanksi akan kegunaan scuba dan pelindung wajah yang diterima sebab prosesi wisuda dilangsungkan secara virtual. Masker dan pelindung wajah dinilai minim manfaat.
Ada pula yang merasa kecewa karena ratusan komentar itu dinilai tak mendapat respon yang memuaskan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unikom, Archy menyayangkan adanya pemblokiran sejumlah akun mahasiswa yang memberikan kritik. Ia menyesalkankan, alih-alih memberi tanggapan atas keluhan, kampus malah menyumbat saluran pendapat publik tersebut.
"Akun (yang diblokir) tersebut adalah wisudawan unikom yang menyampaikan aspirasi, baik membuat story di Instagram maupun membuat komentar di akun resmi Unikom. Mereka mempertanyakan terkait transparansi (dana wisuda)," katanya, Minggu (4/10/2020).
"Saya sangat menyesalkan tindakan kampus yang sewenang-wenang. Kami di Unikom juga bayar, lalu apa yang dipertanyakan oleh rekan-rekan itu sangat rasional. Mereka telah membayar kewajiban, lalu menanyakan terkait uang wisuda dipakai ke mana? Namun, respon dari kampus tidak bisa menjawab, malah melakukan pemblokiran," tegasnya.
Archy menyampaikan, BEM telah menyebar kuisioner ke sekitar 1.500 wisudawan. Sejumlah pertanyan dalam wisuda tersebut di antaranya seperti, "Apakah biaya wisuda dirasa perlu dikeluarkan oleh pihak kampus?".
Hasilnya, 80 persen lebih, kata Archy, wisudawan menuntut transparansi anggaran tersebut.
Baca Juga: Bergelimang Air Mata, Ibu Wakili Wisuda Anaknya yang Telah Meninggal Dunia
Kontributor : Emi La Palau
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Cerita Warga Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu, Lebaran Perdana di Rumah Baru dari Pemerintah
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Update Arus Lebaran 2026: Kemacetan Mengular dari Cikaledong hingga Cagak Nagreg Malam Ini
-
Nyawa Ibu dan Bayi Taruhannya, Polisi di Bogor Buka Jalan di Tengah Lautan Kendaraan Lebaran
-
Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan