Setelah melakukan pengejaran, mahasiswa yang saat itu berada di depan area gedung akhirnya melakuan perlawan kepada aparat dan mengusir, ternyata satu orang polisi dikabarkan tertinggal di area gedung dekanat lantai 4. Di sinilah bermula penyerangan lain dilakukan aparat kepolisian ke gedung lainnya, yakni di area gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unisba.
Polisi dikabarkan memaksa masuk, dengan menghancurkan gembok pagar, lalu menghantam empat orang satpam yang tengah berjaga di area gedung LPPM untuk mencari teman yang tertinggal tersebut. Tidak hanya itu polisi juga menghancurkan kaca pos satpam di LPPM dengan menggunakan popor senjata.
“Setelah tertinggal, dia minta diamankan, polisi yang tertinggal ini juga sambil nelpon kawannya mungkin. Mungkin balik lagi si temen-temennya ini, nyampe di LPPM, nah itu yang terjadi kerusuhan di LPPM itu sebetulnya itu, mencari temannya,” jelasnya.
“Dan mereka kan gak tahu persis gedungnya mungkin. Mereka kemudian masuk (ke gedung lain), itu gerbang posisi digembok katanya dijebol, satpam yang di sana mungkin kan bingung ya. Sampai katanya dipukul, mungkin karena ada salah persepsi, disangkanya satpam yang nyembunyiin atau gak tahu lah ya, yang jelas kronologisnya itu (gerbang) tiba-tiba dijebol, satpam cenga-cengo gitu kan (bingung),” imbuhnya.
Ketika Satpam yang berjaga di LPPM mencoba bertanya kepada pihak arapat, mereka justru mendapatkan bogem mentah. Empat orang satpam mendapat kekerasan dari pihak aparat.
“Pas (polisi) ditanya ada apa (oleh satpam), malah (satpammya) dipukul. Diperlakukan tidak bagus, ada pengakuannya juga videonya. Empat orang saat kejadian di situ (lppm). Syukur alhamdulillahnya (satpam lagi banyak) jadi menguatkan bahwa memang betul terjadi pemukulan,” ungkap Ismail.
“Kaca pecah juga sebetulnya video yang beredar itu kan, yg di LPPM itu ditembak gas air mata. Padahal itu dipopor sama senjata kalau yang di LPPM itu,” tambahnya.
Hingga saat ini 6 orang satpam korban kekerasan dari aparat kepolisian tengah menjalani visum yang dilakukan oleh pihak Unisba.
Beberapa kaca yang dikabarkan pecah di antaranya kaca pos satpam LPPM Unisba, kemudian ada kaca ruang kuliah yang pecah akibat terkena tembakan dari aparat.
Baca Juga: Unggah Video Anggota Batuk-Batuk, Akun IG Tim Prabu Diserbu Warganet
Sementara satu kaca di pos satpam Unisba Tamansari no.1 telah lebih dulu pecah pada Rabu (7/10/2020) malam setelah polisi melakukan tembakan sekira pukul 21.20 WIB.
“Satpam yang terkena pukul itu lebam-lebam, ada yang bibirnya sampai sobek. Saat ini sedang divisum sama dokter Unisba. Proses pelaporan pun sedang dilakukan oleh para alumni dari fakultas hukum dan dosen aktif di sini. Termasuk saya juga mau minta didampingi soal keterangan. Supaya isi pengaduan tidak subjektif,” ungkapnya.
“Kita sempat menanyakan identitas (polisi yang tertahan) tapi dia tidak mau memberitahu. Hanya kalau, tidak salah ya, ini perlu dikonfirmasi, dia bilang gini 'pak saya sebetulnya bukan di sini (Bandung), saya BKO dari Cianjur' katanya gitu,” imbuh Ismail.
Sebelumnya pihak kampus Unisba telah melayangkan surat pengaduan kepada pihak Polda dan Polrestabes Bandung atas kejadian yang terjadi pada, Rabu (7/10/2020) malam, namun nampak surat tersebut belum mendapat respon dari pihak kepolisian. Hingga kejadian kekerasan dan penyerangan kampus kembali terjadi pada Kamis (8/10/2020) malam.
Kontributor : Emi La Palau
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat
-
Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri
-
KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor
-
Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan
-
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?