SuaraJabar.id - Meski sejumlah pihak melarang pelajar untuk ikut dalam aksi penolakan UU Cipta Kerja, pelajar asal Cicalengka, Kabupaten Bandung ini nekat untuk bergabung dengan massa aksi Poros Revolusi Mahasiswa Bandung di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa (20/10/2020).
Adalah Satrio Pamungkas, pelajar sebuah SMA di Cicalengka, Kabupaten Bandung ini tak menggubris larangan untuk ikut aksi tolak UU Cipta Kerja dari Gurunya.
“Sempat guru bilang ga usah turun, tapi tidak bisa, saya merasa punya kewajiban moral untuk sesama warga. Pelajar memiliki hak suara yang dijamin oleh negara demokrasi untuk menyampaikan aspirasi,” ungkapnya.
Satrio menyangkal jika ia bukan pihak yang terdampak UU Cipta Kerja. Menurutnya, ketika lulus kelak, ia bisa saja masuk dunia kerja dan berhadapan langsung dengan UU Cipta Kerja.
Pelajar lainnya, Muhammad Fahma (18), pelajar sebuah SMK Cicalengka mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku tergerak untuk turun karena Omnibus Law dan UU Ciptaker berdampak kepada orang tuanya yang berprofesi sebagai buruh.
“Bapak saya sebagai buruh terdampak, saudara-saudara saya yang sudah kerja di pabrik terkena dampak, ini meyengsarakan banyak orang,” katanya.
“Saya datang ke sini menyampaikan aspirasi agar Presiden mendengar aspirasi kami pelajar,” imbuhnya.
Kontributor : Emi La Palau
Baca Juga: Demo Berlanjut di Kalbar, Mahasiswa Awali Salat Berjemaah
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Guru SMP Ditodong Senjata di Depan Sekolah, Begal Gasak Motor, Polisi Buru Pelaku
-
BRI Sambut HUT ke-131 dengan Semangat Transformasi dan Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Gejala Keracunan Siswa SMPN 2 Cisarua Muncul Kurang dari 30 Menit Usai Konsumsi MBG
-
Sampel MBG SMPN 2 Cisarua Diuji di Lab, Rudy Susmanto Tunggu Hasil untuk Tentukan Langkah
-
Orang Tua Ungkap Detik-detik Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Diduga Keracunan Susu MBG