- Relawan Gerakan Cinta Prabowo menanggapi video viral Budi Arie dan Joko Widodo di Cibinong pada Minggu, 30 Agustus 2026.
- Ketua Umum GCP H. Kurniawan menilai wacana percepatan pemilu tersebut sebagai gerakan terstruktur untuk mendegradasi citra pemerintahan Prabowo Subianto.
- Tim hukum GCP berencana melaporkan pernyataan Budi Arie ke Bareskrim Mabes Polri untuk menjaga stabilitas dan marwah demokrasi.
SuaraJabar.id - Suhu politik nasional kembali memanas menyusul beredarnya rekaman video yang memperlihatkan sosok Budi Arie Setiadi di samping Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Video tersebut viral lantaran membahas wacana pergeseran momentum politik dan percepatan jadwal pemilu, yang dinilai banyak pihak dapat memicu kegaduhan publik.
Menanggapi hal tersebut, kelompok relawan Gerakan Cinta Prabowo (GCP) secara tegas menyatakan sikap untuk membentengi kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto, dari berbagai isu yang dianggap sebagai upaya pelemahan stabilitas nasional.
Ketua Umum GCP, H. Kurniawan, menilai serangkaian wacana yang muncul dalam beberapa bulan terakhir bukanlah sebuah kebetulan.
Ia mensinyalir ada gerakan terstruktur dari pihak-pihak tertentu untuk menciptakan narasi negatif terhadap pemerintahan saat ini.
"Kami melihat semua peristiwa ini adalah by design, sengaja dirancang oleh pihak-pihak yang ingin mendegradasi dan menurunkan citra Pak Prabowo demi menciptakan ketidakpuasan publik," ujar Kurniawan saat ditemui wartawan di Cibinong, Minggu (30/8/2026).
Kurniawan mengimbau agar seluruh anggota dan jajaran relawan di tingkat daerah hingga pusat untuk merapatkan barisan guna mengawal jalannya program kerja pemerintah agar tidak terganggu oleh spekulasi politik yang tidak produktif.
GCP menegaskan posisi mereka sebagai garda terdepan dalam membela integritas Presiden Prabowo. Dukungan yang diberikan pun tidak terbatas pada jangka pendek, melainkan visi jangka panjang pembangunan nasional.
"Kami siap pasang badan mengawal Beliau sampai 2029. Bahkan, jika Allah memberikan kesehatan kepada Pak Prabowo, kami siap mendukung Beliau berlanjut ke periode kedua demi kesinambungan Indonesia Maju," tegas Kurniawan.
Baca Juga: Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
Tidak sekadar memberikan pernyataan lisan, GCP berencana menempuh jalur konstitusional untuk memberikan efek jera.
Tim hukum GCP telah melakukan kajian mendalam terkait konten video yang beredar guna mencari unsur pelanggaran hukum di dalamnya.
“Hasil diskusi dengan tim hukum kami, Bapak Doni, menyepakati bahwa dalam waktu dekat kami akan resmi melaporkan pernyataan Budi Arie ke Bareskrim Mabes Polri,” pungkasnya.
Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab relawan dalam menjaga marwah demokrasi serta memastikan tidak ada informasi yang menyesatkan publik terkait jadwal suksesi kepemimpinan nasional yang sah.
Dalam situasi politik yang dinamis, GCP meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar tanpa konteks yang utuh.
Kepercayaan publik terhadap institusi negara dan kepemimpinan nasional harus tetap dijaga demi kelancaran program-program strategis yang sedang berjalan.
Tag
Berita Terkait
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
KPK Sita Dokumen Penting Usai Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Pembangunan Gazebo Picu Konflik di Coatesville Kota Wisata, Warga Mengeluh Nilai Properti Anjlok
-
Permudah Mobilitas Warga Cianjur, BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung yang Aman
-
Berkedok Pernikahan Pesanan, Remaja Tasikmalaya Diselamatkan dari Perdagangan Orang
-
Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak
-
Pria Terlakban Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Cimenyan, Polisi Selidiki Dugaan Penipuan