Andi Ahmad S
Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:44 WIB
Ketua Umum GCP, H. Kurniawan di Cibinong [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Relawan Gerakan Cinta Prabowo menanggapi video viral Budi Arie dan Joko Widodo di Cibinong pada Minggu, 30 Agustus 2026.
  • Ketua Umum GCP H. Kurniawan menilai wacana percepatan pemilu tersebut sebagai gerakan terstruktur untuk mendegradasi citra pemerintahan Prabowo Subianto.
  • Tim hukum GCP berencana melaporkan pernyataan Budi Arie ke Bareskrim Mabes Polri untuk menjaga stabilitas dan marwah demokrasi.

SuaraJabar.id - Suhu politik nasional kembali memanas menyusul beredarnya rekaman video yang memperlihatkan sosok Budi Arie Setiadi di samping Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Video tersebut viral lantaran membahas wacana pergeseran momentum politik dan percepatan jadwal pemilu, yang dinilai banyak pihak dapat memicu kegaduhan publik.

Menanggapi hal tersebut, kelompok relawan Gerakan Cinta Prabowo (GCP) secara tegas menyatakan sikap untuk membentengi kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto, dari berbagai isu yang dianggap sebagai upaya pelemahan stabilitas nasional.

Ketua Umum GCP, H. Kurniawan, menilai serangkaian wacana yang muncul dalam beberapa bulan terakhir bukanlah sebuah kebetulan.

Ia mensinyalir ada gerakan terstruktur dari pihak-pihak tertentu untuk menciptakan narasi negatif terhadap pemerintahan saat ini.

"Kami melihat semua peristiwa ini adalah by design, sengaja dirancang oleh pihak-pihak yang ingin mendegradasi dan menurunkan citra Pak Prabowo demi menciptakan ketidakpuasan publik," ujar Kurniawan saat ditemui wartawan di Cibinong, Minggu (30/8/2026).

Kurniawan mengimbau agar seluruh anggota dan jajaran relawan di tingkat daerah hingga pusat untuk merapatkan barisan guna mengawal jalannya program kerja pemerintah agar tidak terganggu oleh spekulasi politik yang tidak produktif.

GCP menegaskan posisi mereka sebagai garda terdepan dalam membela integritas Presiden Prabowo. Dukungan yang diberikan pun tidak terbatas pada jangka pendek, melainkan visi jangka panjang pembangunan nasional.

"Kami siap pasang badan mengawal Beliau sampai 2029. Bahkan, jika Allah memberikan kesehatan kepada Pak Prabowo, kami siap mendukung Beliau berlanjut ke periode kedua demi kesinambungan Indonesia Maju," tegas Kurniawan.

Baca Juga: Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK

Tidak sekadar memberikan pernyataan lisan, GCP berencana menempuh jalur konstitusional untuk memberikan efek jera.

Tim hukum GCP telah melakukan kajian mendalam terkait konten video yang beredar guna mencari unsur pelanggaran hukum di dalamnya.

“Hasil diskusi dengan tim hukum kami, Bapak Doni, menyepakati bahwa dalam waktu dekat kami akan resmi melaporkan pernyataan Budi Arie ke Bareskrim Mabes Polri,” pungkasnya.

Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab relawan dalam menjaga marwah demokrasi serta memastikan tidak ada informasi yang menyesatkan publik terkait jadwal suksesi kepemimpinan nasional yang sah.

Dalam situasi politik yang dinamis, GCP meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar tanpa konteks yang utuh.

Kepercayaan publik terhadap institusi negara dan kepemimpinan nasional harus tetap dijaga demi kelancaran program-program strategis yang sedang berjalan.

Load More