- Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal meskipun KPK sedang menyidik tiga OPD.
- Ajat memantau langsung kantor Disdukcapil pada Jumat (28/8/2026) dan mendapati masyarakat terlayani dengan baik tanpa ada keluhan.
- Kepala Disdukcapil Renaldi menyatakan pelayanan kependudukan kini tersedia di 40 kecamatan dengan durasi proses maksimal 15 menit.
SuaraJabar.id - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjamin pelayanan publik tetap berjalan normal meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan penyidikan di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memastikan roda pemerintahan tidak terganggu oleh proses hukum yang sedang berlangsung.
Untuk membuktikannya secara langsung, Ajat bahkan turun ke lapangan dengan bersepeda memantau sejumlah titik pusat pelayanan masyarakat sejak Jumat pagi.
"Hari ini kita sambil gowes dari pagi. Beberapa titik pusat pelayanan kepada masyarakat coba saya kunjungi satu per satu untuk memastikan semuanya tetap optimal," kata Ajat, Jumat (28/8/2026).
Salah satu titik yang dikunjungi yakni kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor. Ia melihat langsung proses pelayanan administrasi kependudukan yang sudah berlangsung sejak pukul 08.00 WIB.
Menurut Ajat, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sejumlah warga bahkan sudah tiba sejak pukul 07.00 WIB untuk mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan.
Pelayanan yang diakses masyarakat antara lain pembuatan KTP elektronik, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga pembaruan Kartu Keluarga (KK).
Ajat juga berdialog langsung dengan masyarakat yang sedang mengakses pelayanan untuk mengetahui kualitas layanan yang mereka terima.
"Tadi saya ke bawah, saya tanya-tanya, semua menyampaikan bahwa tidak ada keluhan dan mereka senang. Sistem antrean juga sudah tersusun, mereka datang dilayani dengan baik," ujarnya.
Baca Juga: Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
Ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas pemerintah daerah di tengah berbagai situasi yang dihadapi.
Menurut Ajat, jajaran Pemkab Bogor memiliki tugas memberikan pelayanan sebaik mungkin sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
"Saya kira memberikan pelayanan sesempurna mungkin sebagaimana harapan Pak Bupati, kita melayani dengan hati, membaca apa yang dipikirkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor. Itu tugasnya kami sebagai pelayan masyarakat," kata Ajat.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor Renaldi Yushab Fiansyah mengatakan pemerintah daerah telah membuka titik pelayanan administrasi kependudukan di seluruh 40 kecamatan.
Sebanyak 167 operator disiapkan dan tersebar di 40 kecamatan, tujuh unit pelaksana teknis (UPT), serta kantor Disdukcapil Kabupaten Bogor.
Renaldi mengatakan Disdukcapil juga telah memiliki alat kontrol untuk memantau kegiatan operator, verifikator, dan sertifikator setelah mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri sekitar dua pekan terakhir.
Berita Terkait
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
KPK Sita Dokumen Penting Usai Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Tak Ada Lagi Kabel Semrawut! Simpang PDAM Cibinong Bakal Disulap Punya Underpass Rapi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI