SuaraJabar.id - Rabu 28 Oktober 2020, umat Islam di Indonesia dan belahan dunia lain akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal, sudah memunyai sejarah panjang dan masih lekat hingga kini.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW sendiri pertama kali diadakan pada abad IV Hijriah oleh Dinasti Fathimiyyun yang bermazhab Islam Syiah di Mesir.
Penetapan peringatan pertama Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diungkap Al Maqrizy ahli sejarah islam yang dituangkan dalam bukunya Al Khutath.
Dalam kitab itu, dia menjelaskan dinasti Fathimiyyun yang kali pertama menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dinasti Fatimiyah adalah penguasa di seluruh Mesir kala itu.
Dinasti Fathimiyyun mampu menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW karena dinasti ini telah menguasai mesir sejak tahun 362 H, dengan raja pertamanya Al Muiz lidinillah.
Raja Al Muiz bahkan dikenal sebagai penguasa yang tak hanya menetapkan perayaan dari Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW saja.
Pada awal menguasai mesir, raja dinasti Fathimiyyun telah membuat enam perayaan hari lahir, yang lima di antaranya ditujukan untuk ahlul bayt Rasulullah:
- Hari lahir ( maulid ) Nabi Muhammad SAW
- Hari lahir Imam Ali bin Abi Thalib
- Hari lahir Fatimah Az Zahra
- Hari lahir Imam Hasan
- Hari lahir Imam Husein
- dan, hari lahir raja yang berkuasa.
Sejak itulah raja penguasa mesir ini dan keturunan yang menjadi penguasa dari dinasti Fathimiyyun terus menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hingga saat ini.
Baca Juga: Wajib Tahu, Begini Sejarah Peringatan Pertama Maulid Nabi Muhammad SAW
Setelah dinasti Fatimiyah runtuh tahun 1169 Masehi, lahirlah dinasti Ayyubiah yang dibangun Salahudin Al Ayyubi.
Kala itu, Shalahuddin al Ayyubi menyaksikan warga merayakan hari lahir Imam Ali bin Abi Thalib AS sebagai wujud kecintaan mereka.
Karena itulah, Salahuddin al Ayyubi menggagas festival syair, yang melahirkan syair-syair besar di bidang cerita tentang Nabi, yaitu ada Barzanji dan Ad Diba'I.
Dari sanalah muncul perayaan-perayaan maulid. Salahuddin al Ayyubi menilai perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa membangkitkan semangat perjuangan umat Islam.
Oleh sebab itu, dia menginstruksikan perayaan Maulid Nabi setiap tahun di tanggal 12 Rabiul Awal. Perintah itu dia sampaikan pada musim haji tahun 579 hijriyah atau 1183 Masehi.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia
Sejarah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia sendiri tak lepas dari peran para Wali Songo yang hingga kini diyakini sebagai para tokoh penyebar agama Islam di tanah air.
Berita Terkait
-
Wajib Tahu, Begini Sejarah Peringatan Pertama Maulid Nabi Muhammad SAW
-
Pemkot Balikpapan Izinkan Masyarakat Gelar Maulid Nabi di Tengah Pandemi
-
Bekasem, Olahan Ikan Khas Cirebon yang Hanya Muncul Setahun Sekali
-
Tajul Muluk Tinggalkan Syiah, Ingin Segera Dibaiat Kembali ke Aswaja
-
Beda Waktu Berbuka, Ini Tata Cara Puasa Islam Syiah
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026
-
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta
-
Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama
-
Revitalisasi Desa Segera Disiapkan, Jangkau 1.500 Tempat di 35 Provinsi
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana