SuaraJabar.id - Fenomena semburan lumpur disertai gas terjadi di di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Hingga saat ini belum diketahui penyebab dari fenomena tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meminta warga tak mendekat semburan lumpur itu.
Selain menjauhi area sekitar, warga diminta pula tak memantik api atau bahan apapun yang mudah terbakar.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dodi Dwi Endrayadi menyebutkan kondisi alam sebagai salah satu kemungkinan penyebab munculnya semburan lumpur bercampur gas tersebut.
"Belakangan sering gempa, bisa jadi itu sebabnya," ujarnya dilansir Ayocirebon.com-jaringan Suara.com, Kamis (30/10/2020).
Kejadian itu sendiri diketahui bukan yang pertama terjadi di Tukdana. Pihak Pertamina sebelumnya telah menyebut kejadian serupa pada 2015 dan 2017.
Selain faktor alam, pihaknya pula membuka kemungkinan adanya pipa milik PT Pertamina yang bocor. Pemda setempat pun kini tengah mengupayakan langkah untuk mengatasinya.
"Kami tidak punya alat untuk mendeteksi, jadi pihak Pertamina yang akan mengatasinya. Kami sudah minta itu," tuturnya.
Menurutnya, diperlukan penelitian untuk menentukan penyebab pasti kejadian tersebut. Lebih jauh, pihaknya mengimbau masyarakat tak panik dan menjauhi lokasi. Masyarakat diingatkan pula tak memantik api atau apapun yang mudah terbakar di dekat lokasi demi mencegah hal tak diinginkan.
Pihaknya terutama mencemaskan kemungkinan gas beracun yang menguar di area sekitar.
Baca Juga: Pelaku Vandalisme Luapkan Kekesalan di Tembok Kota Tua Indramayu
"Khawatir ada gas beracun atau terjadi kebakaran karena kan ada gasnya," cetusnya mengingatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Pangandaran Diserbu 25 Ribu Kendaraan! Polisi Terapkan Rekayasa di Jalur Emplak
-
Niat Hindari Macet Malah Kena Zonk! Ribuan Pemudik Garut-Bandung Kembali Terjebak Malam Ini
-
Lebaran Singkat, Cuan PKB Meroket: Efek "Promo 10 Persen" Dedi Mulyadi Tembus Rp 18,8 Miliar
-
Diskon 10 Persen Berbuah Manis: Dedi Mulyadi Panen Pajak, Siap "Gaspol" Jalan Bolong