SuaraJabar.id - Anthony Sinisuka Ginting tak merasa tertekan meski kerap diandalkan Indonesia di ajang-ajang besar, termasuk Olimpiade Tokyo yang akan bergulir tahun depan. Kepercayaan besar ingin dibalas atlet 24 tahun itu dengan penampilan terbaik.
Pemain jebolan klub SGS PLN itu kekinian menduduki peringkat enam dunia. Kondisi itu membuatnya jadi tunggal putra Indonesia terbaik saat ini.
Bagi Anthony Ginting, tekanan untuk meraih hasil terbaik adalah hal lumrah sebagai atlet profesional. Tak hanya di Olimpiade, dia kerap diandalkan di event-event besar lainnya, baik turnamen perorangan, tim, maupun multievent.
Karena itu, pebulutangkis kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu tak mau terperangkap dengan persepsi tekanan sebagai atlet andalan. Dia hanya ingin fokus memberikan yang terbaik saat dipercaya Indonesia.
"Semua pemain punya tekanan yang sama apalagi mereka punya keinginan yang kuat, khususnya di Olimpiade," kata Anthony Sinisuka Ginting dikutip dari Olympic Channel, Rabu (18/11/2020).
"Kami juga sudah terbiasa di pertandingan sebelumnya yang menuntut kami harus menang, seperti Asian Games, Thomas Cup, yang membawa nama negara. Jadi kami terbiasa untuk melakukan hal itu," tambahnya.
Anthony Ginting saat ini terus mempersiapkan diri di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI. Sebelum tampil di Olimpiade Tokyo, dia sudah ditunggu ajang BWF World Tour seri Asia awal tahun depan.
"Saya coba yang terbaik yang saya bisa, coba yang terbaik yang saya punya, jadi setiap latihan dan pertandingan saya lakukan yang terbaik," jelas Anthony Sinisuka Ginting.
Baca Juga: Tatap Tiga Tur Asia di Awal 2021, Hendra / Ahsan Siap Kerja Keras
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat