SuaraJabar.id - Dua tersangka kasus yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo masih diburu penyidik KPK. Salah satunya staf khusus Edhy, Andreau Misanta Pribadi.
Sejauh ini sudah tujuh orang yang ditetapkan KPK menjadi tersangka kasus dugaan suap izin usaha perikanan. Lima ditahan lembaga antirasuah dan dua lagi masih buron, termasuk Andreau Pribadi itu.
Dua hari lalu atau sebelum menjadi buron, Andreau Pribadi membuat sebuah pernyataan di Instagram.
"Tidak ada seorangpun yang sukses secara alami, engkau bekerja untuk mendapatkan yang baik, dan kemudian bekerja lagi untuk mendapatkan yang lebih baik. Sulit untuk bertahan diatas, namun terus bekerja lagi dan lagi untuk masa depanmu."
Pernyataan itu mendapatkan beragam tanggapan dari netizen yang umumnya meminta dia bersikap jantan dan menyerahkan diri ke KPK.
Sosok Andreau Pribadi menarik perhatian banyak pihak, terutama karena latar belakangnya.
Dia seorang politisi PDI Perjuangan. Tahun 2019, Andreau Pribadi pernah mencalonkan diri menjadi anggota DPR mewakili Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Dia nomor urut 10.
"Berjuanglah secara konstitusional. Bertarung dengan tetap menjaga integritas dan memandang pemilu sebagai momentum pendidikan politik kepada masyarakat. Anak muda hadir untuk bangsa. Untuk Kabupaten Bekasi-Karawang-Purwakarta," kata Andreau Pribadi di Instagramnya pada 10 April 2019.
Seperti umumnya caleg yang sedang berusaha mengambil hati masyarakat, dia memposting foto-foto untuk menunjukkan kedekatan dengan berbagai kalangan, terutama tokoh-tokoh publik.
Baca Juga: Minta Jokowi Cari Profesional, PKS Sarankan Susi Gantikan Edhy Prabowo?
Salah satu informasi yang dia pampang di timeline media sosial adalah profil.
Andreau Pribadi lahir 17 Januari 1986. Dia pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (2003-2007), SMA Taruna Nusantara Magelang (2000-2003).
Dalam poster yang diposting di IG pada 5 Agustus 2018, dia seorang pengusaha dan memimpin sejumlah perusahaan. Dalam riwayat kerja yang disebutkannya ketika itu, Andreau Pribadi menjabat direktur PT. Shadia Warda Utama (sejak 2014), Direktur CV. Luksanjas Berarmour (sejak 2013), dan General Manager PT. Tico Transport (sejak 2017).
Di PDI Perjuangan, Andreau Pribadi menjabat Kepala Biro Data dan Informasi Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan sejak 2017.
Dia juga merangkap sebagai ketua DPD DKI Jakarta Lembaga Anti Narkotika (sejak 2017), Pengawas Yayasan Aku Cinta Anak Nusantara (sejak 2017), penasehat Angkatan muda Siliwangi, dan Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara.
"Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Ijinkan saya ikut berjuang dan memberikan karya terbaik untuk bangsa Indonesia melalui jalan ini. Dengan ketulusan saya memohon doa, support dari keluarga, sahabat-sahabat dan saudara-saudariku. Masukan saran sangat saya harapkan dari sahabat-sahabt semua. Semoga Tuhan memberkati sumpah dan janjiku," katanya ketika itu.
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka
-
Politisi PDIP Sukabumi Copot Foto Gibran di Ruang Kerja
-
Korupsi Pengadaan Iklan Rp223,6 Miliar, KPK Periksa Tiga Pejabat Bank BJB
-
Polisi Dalami Motif Penyerangan Kafe di Bandung, Satu Pelaku Masih Diburu
-
Dugaan Korupsi ATR/BPN, KPK Masih Nanti Kedatangan Nusron Wahid