SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau para pendukung dan simpatisan Habib Rizieq Shihab untuk tidak datang langsung ke Mapolda Jabar jika Habib Rizieq Shihab diperiksa kelak.
Menurut Kang Emil sapaan Ridwan Kamil, di tengah penyebaran virus yang masih terus terjadi, masyarakat harus sama-sama disiplin menjaga protokol kesehatan yakni tidak berkerumun dalam hal apa pun.
“Sama himbauanya jangan berkerumun itu saja, ada berkerumun di lapangan jangan, berkerumun nikahan jangan, berkerumun mengantar orang jangan juga, jadi definisinya bukan soal ada yang diperiksa terus mengawal, pokoknya jangan bikin kerumunan itu saja,” ungkap Kang Emil dalam konferensi pers daring, Senin (7/12/2020).
“Terjemahkan jangan bikin kerumunan itu kepada semua kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat termasuk kalau ada pemeriksaan hukum, jangan bikin kerumunan membawa simpatisan atau lainnya nanti jadi perkara lagi dan kita berharap Jabar selalu kondusif,” imbuhnya.
Orang nomor satu di Jawa Barat itu menyerahkan dan mempercayakan semua proses penegakan terkait pelanggaran protokol kesehatan kepada aparat penegak hukum. Ia berharap kondusifitas bisa terus terjaga di Jawa Barat.
“Dari kami, kami sangat mempercayai institusi kepolisian, semua SOP semua prosedur itu sudah dihitung ditimbang dengan baik, tugas adalah menjaga kondusifitas,” ungkapnya.
Menurutnya jika kerumunan masih tetap ada maka akan ada penambahan kasus baru kembali. Pihaknya akan berfokus pada penangan dari sisi epidemiologi, namun kondusifitas harus terus dijaga. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian.
“Saya pun dimintai keterangan, saya secukupnya saja, jadi makin ada kerumunan makin ada kasus lagi, jadi saya kira kita ini negara hukum, hukum itu ada prosesur, ikuti prosedur dengan baik supaya kita fokus pada penangan epidemiologinya,” ungkapnya.
“Karena itu juga masuk wilayah kasusnya dikendalikan di Kapolda Metro,” imbuhnya.
Baca Juga: Tak Terima 6 Laskar DItembak, PA 212: Pejuang FPI Tak Punya Senjata
Sebelumnya Senin dini hari tadi, terjadi bentrok antar polisi dengan pendukung pentolan FPI Rizieq Shihab di jalan tol Jakarta-Cikampek, kilometer 50 yang menyebabkan 6 orang simpatisan meninggal dunia. Pihak kepolisian menduga penyerangan berkaitan dengan rencana polisi memeriksa Rizieq Shihab hari ini.
Kontributor : Emi La Palau
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Rumah Anggota DPRD Wawan Hikal di Puncak Nyaris Dibobol Maling Jelang Sahur
-
Banjir Karawang Bukan Sekadar Faktor Alam, Dedi Mulyadi Soroti Kualitas Tanggul yang Seadanya
-
Kunjungi Ponpes Fathul Ma'ani, Momen Kaesang Pangarep Main Kuis dengan Santri
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung, Sukabumi dan Purwakarta Jumat 27 Februari 2026
-
Dedi Mulyadi Semprot Aturan Sampah: Izin PLTSa 6 Tahun Baru Kelar, Tapi Rakyat Mau Dipidana