SuaraJabar.id - Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, tengah mendalami motif seorang nelayan yang menganiaya sejumlah rekannya, bahkan ada yang sampai loncat dari atas kapal saat mencari ikan di laut lepas Samudra Hindia.
"Untuk motifnya, masih kami dalami, untuk sementara dugaan stres," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Adi Benny Cahyono di Garut, Kamis (31/12/2020).
Ia menuturkan bahwa pihaknya terus berupaya mengembangkan kasus anak buah kapal yang melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam kepada sesama rekannya saat berada di atas kapal.
Ardi (27) warga Sulawesi Tenggara yang diduga sebagai pelaku ditahan di Markas Polsek Malangbong untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Sampai dengan kemarin sudah kami lakukan pemeriksaan awal, untuk status kasusnya TKP-nya ada di lepas pantai," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Selain mengamankan terduga pelaku penganiayaan, polisi juga mengamankan seorang nelayan yang selamat dari peristiwa penganiayaan itu bernama Nelson (20) warga Nusa Tenggara Timur.
Korban lainnya, nakhoda dan empat anak buah kapal yang dilaporkan loncat dari kapal, kata Kapolres, saat ini masih dinyatakan hilang. Mereka masih dicari oleh petugas Satuan Polisi Air dan nelayan.
Menurut dia, hasil keterangan saksi bahwa mereka yang loncat dari kapal diperkirakan saat berada di wilayah perairan Cilacap, Jawa Tengah.
Untuk itu, pencariannya melibatkan kepolisian setempat.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Garut yang Menarik untuk Dikunjungi
"Kami saat ini koordinasi dengan jajaran kepolisian di Jawa Timur karena mereka berangkat dari Pacitan. Kami juga berkoordinasi dengan Jawa Tengah," katanya.
Jika hasil pencarian korban berada di perairan daerah lain, seperti dugaan sementara di Cilacap, kata dia, kasusnya akan dilimpahkan ke kepolisian setempat untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.
"Pemeriksaan awal kami lengkapi terlebih dahulu, lalu kami limpahkan ke Satreskrim Polres Cilacap," katanya.
Sebelumnya, kapal nelayan KM Makmur 03 berangkat dari perairan Pacitan, kemudian terdampar di Pantai Karang Gajah, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Selasa (29/12) sore.
Warga sekitar pantai berupaya membantu anak buah kapal dan menarik perahu ke pinggir pantai. Selanjutnya, membawa dua orang yang berada dalam kapal itu.
Namun, seorang yang diduga pelaku penganiayaan melarikan diri hingga akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan di Kantor Polsek Cibalong untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Karyawannya Diselamatkan Usai Dianiaya, Rudy Cari Si Ojol yang Baik Hati
-
Kasus Penganiayaan Ojol, Polisi Buru Anak Buah Habib Bahar bin Smith
-
Polisi Buru Anak Buah Habib Bahar bin Smith
-
Aniaya Remaja hingga Tewas, 3 Pria di Sumut Diciduk Polisi
-
10 Tempat Wisata di Garut yang Menarik untuk Dikunjungi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
DPRD Minta Pemkot Bogor Gencarkan Sosialisasi PSEL Kayumanis Usai Ditolak Emak-emak
-
Tak Hanya Bangun Rumah, Bupati Karawang Beri Modal Usaha untuk Nenek Korban Kebakaran
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras