SuaraJabar.id - Jumat pertama di tahun 2021 ini, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon, Kiai Haji Ahmad Zuhri Adnan mengajak untuk bermuhasabah atau mengevaluasi diri sebelum menjalani kehidupan di 2021.
Menurutnya, tahun 2020 menyisakan banyak catatan baik secara personal maupun global. Secara global khususnya di Indonesia ada banyak hal catatan peristiwa yang menyedihkan untuk kita jadikan sebagai instrumen muhasabah dan introspeksi diri.
Yang pertama adalah musibah pendemi Covid-19 yang menelan korban tidak sedikit. Hingga akhir tahun tercatat 21.703 orang meninggal dunia. Tindak kriminaitas pun turut menorehkan catatan yang menyedihkan.
Sepanjang tahun 2020 Bareskrim Polri mencatat 190.193 Kasus kejahatan konvensional dan 320kasus kejahatan transnasional, sedangkan kejahatan siber tercatat 4.250 kasus.
Sementara tindak pidana korupsi Polri menangani 1.346 perkara dan menyelamatan uang negara sekitar Rp222.753.250.083 (triliun). Sementara tindak kejahatan terorisme sepanjang tahun 2020, Polri telah menangkap 228 teroris.
"Lembar catatan itu setidaknya dapat dijadikan tiga dimensi perbaikan secara progresif yaitu pertama muhasabah untuk mengoreksi diri. Kedua evaluasi diri untuk bertaubat. Ketiga himmah untuk memperbaiki diri dan beramal saleh," ujar Kiai Ahmad Zuhri Adnan dilansir Jabar.NU.or.id-jejaring Suara.com, Jumat (1/1/2020).
Dimensi pertama muhasabah kata dia, dilakukan dengan cara mengintrospeksi nilai ibadah dan amal saleh untuk dijadikan standar peningkatan amal saleh ke depan.
Apabila lebih banyak nilai kebaikan dan ibadahnya maka kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung, pun-demikian sebaliknya apabila banyak nilai kesalahan dan dosa-dosanya, maka Kita termasuk dalam golongan orang yang merugi.
“Barangsiapa yang harinya sama saja maka dia telah lalai, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka dia terlaknat, barang siapa yang tidak mendapatkan tambahan maka dia dalam kerugian, barangsiapa yang dalam kerugian maka kematian lebih baik baginya," ujar dia mengutip Ali bin Abi Thalib Karromallahu wajhah.
Baca Juga: Jokowi: Hari Ini Kita Memasuki Tahun 2021 dengan Langkah yang Lebih Tegap
Dimensi kedua lanjut dia adalah evaluasi diri untuk bertaubat. Manusia tidak luput dari dosa. Tobat adalah bentuk penyesalan dan berjanji takkan mengulangi kembali segala perbuatan buruk selama ini yang dilarang Allah SWT. Taubat adalah kewajiban, diperintahkan oleh Al Quran dan didorong oleh sunnah.
Sebagaimana firman Allah SWT "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; ……. " (QS. At Tahrim: 8).
Dimensi ketiga adalah himmah untuk memperbaiki diri dan beramal saleh. Amal saleh adalah melakukan pekerjaan baik yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain berdasarkan syariat Islam serta ikhlas karena Allah SWT semata.
Amal saleh termasuk perintah Allah karena dengan beramal saleh maka akan tercipta kehidupan yang tentram dan bahagia. Amal saleh adalah perbuatan atau sikap yang harus di miliki oleh setiap Muslim sebab orang yang amal saleh akan menjadi penghuni surga serta kekal di dalamnya.
Allah SWT berfirman: "Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)
"Sebagai bahan muhasabah di tahun baru 2021 ini marilah kita cermati kutipan Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nashihul Ibad bahwa ada empat ciri orang yang celaka," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing
-
Skandal Iklan Bank BJB: Lima Tersangka Ditetapkan, KPK Kebut Hitung Kerugian Negara
-
Viral Air Minum Aquviva! Berawal Murah Meriah, Kini Diprotes Konsumen Diduga Rasa Air Keran