Pertama kata dia, adalah melupakan dosa-dosa masa lalu, padahal semuanya tercatat dengan rapi dan detail di sisi-Nya.
“Suka melupakan dosa-dosa yang telah lalu, padahal dosa-dosa itu tersimpan di sisi Allah,” ujarnya.
"Kita sebagai manusia yang seringkali lalai, bukan saja melupakan dosa yang telah lalu bahkan kita acapkali tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan menambah pundi dosa kita," jelas Kiai.
Allah SWT kata dia, melekatkan pada diri manusia sifat lupa dan sifat ingat. Allah SWT menciptakan sifat lupa karena Ia hendak membimbing hamba-Nya, di antaranya agar manusia tidak melakukan kesalahan pada kesempatan berikutnya.
Sedangkan sifat ingat adalah untuk introspeksi diri dan mengingat kepada tanda- tanda kebesaran Allah dengan cara dzikir dan ibadah.
"Selalu mengenang kebaikan masa lalu, padahal belum diketahui diterima Allah atau tidak," jelas Kiai Ahmad Zuhri.
Ketika manusia akan melakukan kebaikan, setan dengan berbagai caranya menggoda manusia untuk gagal melakukannya. Namun ketika manusia berhasil mengalahkan bisikan syaitan dengan tetap melakukan kebaikan, syaitan menggoda manusia dengan cara yang lain.
Dibisikkanlah ke dalam hati manusia rasa bangga dengan kebaikannya. Sehingga muncullah bangga diri. Muncullah rasa lebih baik daripada orang lain. Dalam hal ini, menyadari bahwa amalan kita belum tentu diterima Allah memiliki peranan penting dalam menundukkan rasa ujub dan takabbur.
Ketiga lanjut dia, memandang kepada yang lebih atas dalam urusan dunia.
Baca Juga: Jokowi: Hari Ini Kita Memasuki Tahun 2021 dengan Langkah yang Lebih Tegap
“Dalam urusan dunia ia suka melihat kepada orang yang lebih tinggi,” jelasnya.
Kiai Ahmad Zuhri menjelaskan, ni adalah sebuah ciri orang ingkar atau orang yang akan mendapat murka dari Allah sebab menafikan syukur kepada Allah SWT, sehingga jiwa tidak tenang dan selalu merasa kurang. Yang teringat hanyalah kekurangan dan serba kekurangan. Padahal, nikmat dari Allah adalah tidak terkira.
Kemudian elalu melihat kepada yang lebih rendah dalam urusan ibadah.
Orang yang seperti ini kata Kiai Ahmad Zuhri, membandingkan amal ibadahnya dengan orang yang lebih rendah amal ibadahnya sehingga menjadi orang sombong yang merasa telah melakukan banyak ibadah dan tidak ada ghirah dalam beribadah karena masih ada orang yang lebih rendah ibadahnya dibanding dirinya.
"Padahal kita tidak tahu apakah amal kita diterima Allah atau tidak," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat
-
Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri
-
KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor
-
Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan
-
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?