SuaraJabar.id - Sesar Lembang dalam sorotan publik karena bentangan tiga segmen dari total lintasan sepanjang 29 kilometer disebut bisa memicu gempa besar. Getaran maksimalnya bisa mencapai 6,8 magnitude.
Meski begitu, berdasarkan keterangan Badan Geofisika Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tidak ada aktivitas kegempaan yang timbul dari Sesar Lembang. Selain itu, hingga saat ini becana gempa tidak dapat diprediksi waktu dan kekuatannya.
Namun warga yang sadar akan ancaman bahaya gempa tetap berupaya melakukan antisipasi. Khususnya warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berdekatan dengan titik Sesar Lembang yang paling terlihat, yakni Gunung Batu.
Seperti yang sudah dilakukan warga Kampung Pangragajian, RT 1 RW 12, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, KBB, Raden Bagja Mulyana (41). Ia memilih untuk membangun rumah panggung berbahan kayu tahun 2016 lalu.
Rumah seluas sekitar 70 meter persegi yang terlihat minimalis itu dihuni Raden bersama istri serta tiga anaknya. Ia ingin membuat rumah yang memang nyaman dan aman untuk keluarganya
"Setelah mencari berbagai referensi, akhirnya diputuskan untuk membuat rumah kayu, biar disesuaikan dengan kondisi Lembang. Istiri saya menyetujuinya," ujar Raden kepada Suara.com, Jumat (29/1/2021).
Rumah yang jaraknya hanya sekitar 2 kilometer dari Gunung Batu itu memiliki dua jendela dan dua pintu, beserta teras minimalis. Di bagian dalam rumah terdapat dua kamar dan satu ruang tengah yang seluruhnya berbahan kayu.
Sebagian dinding malah terbuat dari anyaman bambu atau bilik. Sementara kayu palet mendominasi bagian luar rumah. Tiang utama penyokong rumah dipasang dengan sistem purus dan cathokan.
Untuk mempercantik rumah, lantai dibuat dari kayu yang dipernis. Sementara gantungan lampu bernuansa antik dipasang untuk menciptakan kenyamanan. Proses pengerjaan rumah itu, terang dia, memakan waktu enam bulan. Pada 2016, Raden sampai mencari kayu jati terbaik hingga ke wilayah Cirebon.
Baca Juga: Catat! 4 Kecamatan Paling Terancam Jawa Barat Gempa Besar Sesar Lembang
Dengan menggunakan kayu, rumahnya pun terasa lebih hangat dibandingkan berbahan tembok. Rumahnya ini diharapkan bisa tahan dari gempa, meskipun ia berharap Sesar Lembang tidak bangun dari tidur panjangnya.
"Dulu pernah terasa ada gempa, di rumah seperti diayun-ambing. Kami tidak khawatir di tembok ada retak-retak, karena rumah tetangga yang masih baru juga sudah ada yang retak-retak," ungkap Raden. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Berita Terkait
-
Waspada Sesar Lembang, Gempa M 5,5 Berpotensi Guncang Bandung Barat
-
Sesar Lembang: Benarkah Ancaman Gempa Besar Mengintai Bandung Raya?
-
5 Inspirasi Desain Rumah Tahan Gempa Terbaik, Pakai Material Apa Saja?
-
Kisah-Kisah Tragis yang Tak Semanis Cover Novelnya dalam 'Rumah Kayu Itu'
-
Komisi V DPR Minta Kementerian PUPR Tingkatkan Edukasi Rumah Tahan Gempa
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan
-
Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita
-
Bupati Bogor Respons Kasus Hukum, Dukung Pemberantasan Korupsi dan Hormati Prosedur
-
'Rereongan Sangkan Waluya', Jargon Hilal Firmansyah yang Kian Memikat