SuaraJabar.id - Polisi diminta turun tangan untuk menyelidiki adanya warga negara asing (WNA) kebangsaan Amerika Serikat yang dapat mengikuti Pilkada Serentak 2020 hingga menjadi pemenang.
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh. Menurutnya, kasus Orient P Riwukore yang masih berstatus WNA bisa menjadi Bupati Sabu Raijua terpilih perlu ditangani serius.
Diketahui, saat ini ia adalah WNA Amerika Serikat (AS) dan jadi bupati terpilih.
Menurutnya, ini adalah sangat penting untuk membuktikan dugaan pelanggaraan sistem kewarganegaraan karena Orient disebut sebagai warga negara AS, sementara masih terdaftar sebagai WNI.
"Perlu diperiksa oleh polisi untuk mendalami kewarganegaraannya dan dokumen identitasnya saat mendaftar sebagai paslon," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (3/2/2021).
Zudan menambahkan, ini akan bisa dilihat, apakah yang bersangkutan itu melakukan pelanggaran sistem hukum kewarganegaraan atau tidak.
Diketahui, Indonesia tak menganut sistem dwi kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. Hal itu berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.
Namun memang, ada beberapa negara yang menganut sistem kewarganegaraan ganda. Zudan menyangka, adanya sejumlah negara dengan sistem kewarganegaraan ganda ini kemungkinan yang membuat WNI tidak melaporkan perpindahan kewarganegaraannya.
Sejak 1997, Orient sudah ada dalam database Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (Simduk) WNI. Akan tetapi, untuk saat ini, Kemendagri sedang berkoordinasi dengan Kemenkumham guna mengecek apakah perpindahan WNI menjadi WNA itu sudah dilaporkan ke Dukcapil atau belum.
Baca Juga: Penjelasan Partai Demokrat Sebagai Pengusung Orient Riwu Kore
"Saya sedang koordinasi dengan Kemenkumham untuk cek WNI yang jadi WNA sudah dilaporkan ke Dukcapil belum perubahan status WNI ke WNA-nya," ujarnya.
Di dokumen salinan hasil pindai, KTP-el atas nama Orient P Riwu Kore diterbitkan pada 9 Agustus 2020 oleh Dinas Dukcapil Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. KTP-el ini yang kemudian menjadi dokumen identitas yang dilampirkan Orient untuk mendaftarkan diri menjadi calon bupati Sabu Raijua pada September 2020 lalu.
KPU Kabupaten Sabu Raijua telah melakukan klarifikasi ke Dinas Dukcapil Kota Kupang atas keabsahan KTP-el Orient. Dinas Dukcapil Kota Kupang menyatakan Orient P Riwukore adalah benar warga Kota Kupang yang beralamat sesuai KTP-el tersebut.
KPU Sabu Raijua menetapkan Orient sebagai peserta pemilihan bupati tahun 2020. Bahkan, KPU sudah menetapkan Orient sebagai calon bupati Sabu Raijua terpilih, karena telah mengantongi suara terbanyak.
Namun, dalam surat balasan Kedutaan AS kepada Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua, Kedutaan AS menginformasikan Orient Patriot Riwukore adalah benar warga negara AS. Saat pernyataan Orient adalah warga Amerika ini disampaikan, Orient telah ditetapkan menjadi calon bupati Sabu Raijua terpilih.
Sementara itu, Plt Ketua KPU RI Ilham Saputra menyampaikan, saat ini pihaknya belum bisa berkomentar banyak. Hal itu dikarenakan, masih menunggu laporan dari KPU NTT. "Kita masih menunggu laporan resmi dari KPU Provinsi NTT,” kata Ilham Saputra soal WNA Amerika jadi Bupati Sabu Raijua terpilih.
Berita Terkait
-
Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari
-
Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump
-
Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
WNA Rasis di Medsos: Bisa Nggak Sih Dijerat Hukum Indonesia?
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar
-
Bisnis Kebencian: Resbob Dituntut 2,6 Tahun Penjara Usai 'Jual' Isu SARA Demi Saweran
-
5 Fakta Miris di Balik Polemik Pembangunan Gedung MUI Sukabumi yang Bikin Geleng-geleng Kepala
-
Demi Capai Inklusi Keuangan Masyarakat, Holding Ultra Mikro BRI Makin Solid
-
Gedung MUI Kabupaten Sukabumi Disegel: Kontraktor Klaim Belum Dibayar, MUI Sebut Sudah Lunas