SuaraJabar.id - Warga Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mengadukan nasib mereka ke Komnas HAM.
Rencana tersebut dibuat karena warga merasa keselamatan jiwa mereka terancam dengan keberadaan proyek pembuatan tunnel atau terowongan 11 kereta cepat Jakarta-Bandung di Gunung Bohong, yang berdekatan dengan pemukiman warga.
“Ya, kita sedang menyusun bukti dulu. Kita akan ke Komnas HAM,” ujar Juru Bicara RW 13, Ahmad M Sutisna saat dikonfimasi Suara.com, Jumat (5/2/2021).
Seperti diketahui, tahun 2019 lalu rumah-rumah warga di Kompleks Tipar Silih Asih mengalami kerusakan berupa retakan pada dinding dan lantai akibat aktivitas peledakan atau blasting pembuatan tunnel 11 untuk trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Baca Juga: Akses Jalan ke Pesantren Diblokir Warga, Kondisi Psikis Santri Terganggu
Tercatat ada delapan kali ledakan yang dirasakan langsung oleh warga saat itu, hingga akhirnya dihentikan karena warga menolak ledakan tersebut dilanjutkan. Meski begitu, warga sampai saat ini masih merasakan ketakutan.
Pasalnya menurut informasi yang warga terima, proses peledakan masih belum usai karena memang tunnel 11 milik PT KCIC belum tuntas ditembus. Ketakutan mereka semakin bertambah karena berdasarkan informasi yang mereka terima dari ahli, tanah di Kompleks Tipar Silih Asih sudah terbelah.
“Ini kan keselamatan jiwa. Selama ini warga resah karena terancam, takut longsor. Menurut ahli geologi kan tanah di sini sudah terbelah, bukan karena aktivitas alam,” ujar Ahmad.
Ia mengatakan, solusi terbaik untuk keselamatan warga adalah pindah dari wilayah tersebut. Artinya, kata Ahmad, semua aset milik warga harus dibeli oleh pihak KCIC.
“Kalau kami masih bertahan di sini, iya otomatis kami terancam,” tukasnya.
Baca Juga: Bikin Ruben Onsu Merinding, Begini Penampakan Vila Angker di Bandung Utara
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Jawa Barat, Meiki W Paendong mengatakan, pihaknya bakal mendampingi warga untuk mengadukan nasibnya ke Komnas HAM.
Berita Terkait
-
Seperempat Juta Penumpang Gunakan Kereta Cepat Whoosh di Libur Lebaran, Tapi Bukan untuk Mudik
-
Whoosh Dibanjiri Penumpang! 240 Ribu Orang Pilih Kereta Cepat Selama Libur Lebaran
-
Penumpang Whoosh Melonjak hingga 21 Ribu per Hari pada Libur Lebaran
-
H-3 Lebaran, Penumpang Whoosh Melonjak Jumat Ini
-
Cara Beli Tiket Kereta Cepat KCIC lewat Aplikasi BRImo
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar