SuaraJabar.id - Rakyat dan pejuang di Kota Cimahi turut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka berperan aktif saat tentara Belanda mencoba merebut Kedaulatan Indonesia melalui agresi militer pertama dan kedua.
Beberapa pertempuran sengit banyak terjadi di Cimahi. Salah satunya ketika rakyat menyerang konvoi tentara Belanda di Alun-alun Kota Cimahi dan menyerang pabrik senjata Artilerie Construcie Winkel (ACW) di Cibabat yang kini menjadi Markas Polres Cimahi.
Alun-alun Kota Cimahi tempo dulu dan sekarang sangatlah berbeda. Berdasarkan catatan dari pegiat sejarah, Machmud Mubarok, Alun-alun Kota Cimahi sudah ada sejak pemerintahan Kolonial Belanda, sekitar tahun 1880-an. Namun, Alun-alun Cimahi dibuat oleh masyarakat pribumi.
"Jadi, sebetulnya tidak dibuat oleh Belanda, alun-alun itu konsep orang-orang pribumi," ujar Machmud saat dihubungi Suara.com, Senin (8/2/2021).
Sejarah mencatat, sekitar tahun 1946, Pasukan regu Kompi Daeng bersama Laskar Banteng Cimahi, BARA dan Detasemen Abdul Hamid melakukan penyergapan dan penembakan ke arah truk konvoi para penjajah.
Sekitar tahun 1946, Pasukan regu Kompi Daeng bersama Laskar Banteng Cimahi, BARA dan Detasemen Abdul Hamid melakukan penyergapan dan penembakan ke arah truk konvoi para penjajah.
Suatu ketika, beber Machmud, terjadi pertempuran di sekitar Alun-alun Cimahi di mana pasukan pribumi saat itu awalnya menerima informasi bahwa akan ada konvoi pasukan Belanda dari arah Bandung menuju arah Padalarang.
"Jadi ada Sekutu dan Belanda yang konvoi kemudian dilakukan pencegatan. Sampai ada beberapa orang yang jadi korban, termasuk pihak kita juga ada yang ketemebak. Temen saya cerita ikut, pamannya turun ikut pertempuran dan jadi korban," beber Mahmud.
Dalam pencegatan itu, para pasukan pejuang Cimahi menggunakan teknik hit and run, di mana mereka sembunyi-sembunyi dalam melakukan penyerangan. Teknik tersebut berhasil memukul mundur pasukan Belanda hingga urung melakukan konvoi.
Baca Juga: Diguyur Hujan Semalaman, Utama Cimahi Terendam Banjir hingga 2 Meter
Dari pertempuran di Alun-alun Cimahi itu, para pejuang berhasil menyita sekitar tiga kendaraan dan berbagai senjata milik penjajah. Hingga salah satunya dijadikan kendaraan operasional Laskar Banteng Cimahi.
Namun imbas dari pencegatan tersebut, terang Machmud, pasukan Kolonial Belanda kemudian melakukan penyisiran.
"Kadang menelan korban rakyat yang tak bersenjata. Jadi Belanda dan Sekutu masuk ke kampung-kampung, rakyat biasa juga dikorbankan," ujarnya
Selain pertempuran di Alun-alun Cimahi, ada sejumlah titik lainnya yang dulunya pernah di jadikan lokasi pertempuran melawan para penjajah. Seperti di perempatan Cihanjuang dan menuju Cibabat yang kini diberinama Jalan Jenderal Amir Machmud. Di daerah tersebut, tahun 1945-1946 pernah terjadi pertempuran melawan sekutu.
Salah satu tokoh yang terlibat adalah Daeng Mohammad Ardiwinata atau Kompi Daeng, yang kini diabadikan sebagai nama jalan di Cihanjuang. Di Cibabat juga dulunya ada pabrik senjata, yakni Artilerie Construcie Winkel (ACW).
"Mapolres Cimahi itu dulunya pabrik senjata yang pernah diserbu juga," ucap Machmud.
Berita Terkait
-
Krisis Air dan Udara Panas di Cimahi: Cerita dari Lapang Rumput yang Hilang
-
Review Kadet 1947: Saat Sejarah Perang Dikemas Penuh Humor, Romansa, dan Tanpa Kesan Kaku
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki
-
81 Tahun Merdeka: Memaknai Ulang Ikigai di Tengah Realitas Anak Muda Indonesia
-
Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Optimistis Bisnis Terus Tumbuh, BRI Siapkan Buyback Saham Senilai Rp1 Triliun
-
KPK Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN
-
Ketika Penyandang Disabilitas Tak Berjuang Sendiri, Akses Layanan dan Kesempatan Berkarya Dibuka
-
5 Fakta Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu Rp18,79 Miliar
-
Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu